Hendak Diselundupkan ke Vietnam, Ribuan Benih Lobster Dilepas di Pantai Baron

Kuntadi, Kismaya Wibowo ยท Selasa, 28 Mei 2019 - 02:26 WIB
Hendak Diselundupkan ke Vietnam, Ribuan Benih Lobster Dilepas di Pantai Baron
Puluhan ribu bibit lobster yang hendak diselundupkan ke Vietnam disita dan dilepasliarkan ke Pantai Baron, Gunungkidul. (Foto: iNews.id/Kismaya WIbowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.idBalai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan, Yogyakarta melepasliarkan puluhan ribu benih lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam. Pelepasliaran dilakukan di perairan Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (25/5/2019) malam.  

Setidaknya ada 77.000 benih lobster yang dilepasliarkan oleh petugas. Benih lobster ini sedianya akan diselundupkan dan dikirimkan ke Vietnam. Namun upaya ini berhasil digagalkan oleh petugas Balai Karantina. Sehingga lbster ini disita lantaran tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung.

Pelepasliaran ini dilakukan di perairan Pantai Baron, dengan pertimbangan habitat alaminya ada di kawasan ini. Harapannya, lobster tersebut bisa tumbuh dan berkembang, untuk menambah keanekaragaman hayati di kawasan ini. “Total ada 77 ribu benih lobster dengan nilai total doperkirakan mencapau 11,5 miliar,” kata Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Yogyakarta, Hanif Rahman, Senin (27/5/2019).

Ada dua jenis lobster yang disita, yakni benih lobster jenis mutiara dan pasir. Penyitaan ini merupakan hasil penegakan hukum yang dilakukan oleh Ditpolairud Polda Riau di Kota Dumai beberapa waktu lalu. Rencananya benih lobster tersebut akan di selundupkan dari Riau menuju Batam untuk langsung di kirim ke Singapura dengan tujuan akhir Vietnam.

Penertiban upaya penyelundupan benih lobster dilakukan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016 tentang Pembatasan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan, dengan ketentuan dengan berat dibawah 200 gram.

Balai karantina berharap  pelepasliaran benih lobster tersebut akan menjaga ekosistem dan para lobster yang sebelumnya sudah ditangkap bisa tumbuh dan berkembang di habitat aslinya. 


Editor : Kastolani Marzuki