Ingatkan Warga Waspada Covid-19, Sultan: Jika Kita Lengah Akan Dibunuh Musuh

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 08:31 WIB
Ingatkan Warga Waspada Covid-19, Sultan: Jika Kita Lengah Akan Dibunuh Musuh
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar rapat persiapan new normal, Kamis (28/5/2020). (Foto: Dok Humas Pemda Jogja)

BANTUL, iNews.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku saat ini pemerintah dihapakan pilihan sulit menyandingkan masalah ekonomi dan Covid-19. Sultan pun berharap dalam setiap kegiatan, warga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Saat ini memang kita dihadapkan pada pilihan sulit, mana yang perlu didahulukan, bahkan ada yang mendikotomikan protokol kesehatan dengan protokol ekonomi," kata Sultan saat memberikan sambutan secara virtual kepada Bupati dan Wakil Bupati Bantul beserta jajaran dalam Peringatan Hari Jadi ke-189 Kabupaten Bantul, Senin (20/7/2020).

Menurut Gubernur, sebenarnya pilihannya yakni trade off health care on economic welfare yang mana keduanya tidak saling menafikan, akan tetapi saling melengkapi.

"Dengan cara mengatasi pandemi seraya simultan memulihkan ekonomi. Bukankah jika sakit, orang tidak bisa lagi produktif. Dan sebaliknya jika tak bisa makan dia pun kembali akan jatuh sakit, bukan. Dilema memang," kata Sultan.

Sultan mengatakan dalam kaitan tersebut tidak sedang berpendapat melawan arus. Dia menyarankan untuk hidup harmoni bersama pandemi, karena wabah Covid-19 ini akan berlangsung lama dan tidak bisa diprediksi kapan berakhir.

"Mau tidak mau kita harus hidup layaknya sleeping with enemy atau swimming among sharks. Jika kita lengah akan dibunuh musuh, atau sewaktu waktu kita bisa saja diterkam hiu," kata Sultan.

Sultan mengatakan pilihannya hidup berdampingan dengan Covid-19 sambil mematuhi disiplin yang menjadi syaratnya. Oleh sebab itu, membuka peluang ekonomi agar bergerak lagi.

"Tentu dengan kapasitas belum penuh. Tapi setidaknya ekonomi bisa berjalan lagi secara bertahap," katanya.

Oleh karena itu, Sultan mengajak masyarakat tetap bisa beraktivitas ekonomi bersamaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar penyebaran wabah bisa terkendalikan. Dia meyakini jika pemerintah dan masyarakat berhasil memberlakukan era baru di tengah pandemi tanpa memicu lonjakan gelombang kedua kasus Covid-19, akan bisa keluar dari ancaman pertumbuhan ekonomi negatif tahun 2020.

"Itulah pilihan dilematis yang harus dilakukan, yaitu mengamankan warga dari bahaya pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang paling elementer, pakai masker dan cuci tangan yang benar, jaga jarak aman dan hindari kerumunan," ucapnya.


Editor : Nani Suherni