Jatilan hingga Hadroh Sambut Pelari Sleman Temple Run di Sejumlah Titik Rute
SLEMAN,iNews.id - Event Sleman Temple Run #7 akan menampilkan sejumlah potensi seni budaya masyarakat setempat seperti jatilan hingga hadroh di beberapa titik rute yang dilalui. Event lari ini digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan komunitas Trail Runers Yogyakarta pada 20 November 2022 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid mengatakan sebagai upaya untuk menambah daya tarik event dan melibatkan peran serta masyarakat lokal di dusun-dusun yang dilewati rute 'Sleman Temple Run" (STR), digelar potensi seni budaya dari warga setempat.
"Mereka tampil menghibur dan menyambut para pelari di beberapa titik," kata Ishadi Zayid di Sleman, Jumat (11/11/2022)
Ishadi menyebut sejumlah titik yang akan ditampilkan atraksi seni budaya masyarakat lokal di antaranya adalah di pos Watu Balik di gelar seni jathilan Turonggo Macho Budoyo dari Madurejo, Prambanan. Kemudian di pos Umbulsari digelar hadroh dan badui.
"Di Candi Ijo ada pementasan Srandul Margomulyo dari Bokoharjo, di Gunungsari seni tari dari Sanggar Tari Breksi, di Spot Riyadi ada jathilan Song Pace dari Sambirejo dan di Candi Barong ada Seni Barongan dari Sambirejo," katanya.
Ishadi menyebut Sleman Temple Run #7 akan diikuti 660 peserta yang berasal dari dari lima negara yakni Indonesia sebagai tuan rumah, kemudian Amerika Serikat, Australia, Kanada dan India.
Kategori Sleman Temple Run #7 terdiri dari 7K, 13K, dan 25K dengan start maupun finish akan dilangsungkan di kawasan Candi Banyunibo, Bokoharjo Prambanan.
"Seluruh peserta mendapatkan fasilitas yakni, race pack, kaos finisher, medali finisher, disediakan lima water station, tim medis dan fisiotheraphy di water station dan venue, snack pagi dan makan siang, BIB number atau nomor dada," ujarnya.
Event ini juga akan memperebutkan uang pembinaan total puluhan juta rupiah. Ishadi menyebut promosi destinasi wisata melalui event merupakan salah satu strategi promosi yang dilakukan oleh Kabupaten Sleman.
"Promosi wisata dalam bentuk event memberikan dampak yang signifikan terhadap destinasi wisata dalam bentuk tumbuhnya aktivitas ekonomi, serta dampak terhadap wisatawan itu sendiri dengan memberikan pengalaman dan kenangan yang spesifik," ujarnya.
Event lari ini menjadi satu satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi. Sejumlah bangunan sejarah budaya candi yang akan dilintasi antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ijo, Candi Arca Gupala. Kemudian Candi Ratu Boko serta sejumlah situs purbakala maupun objek wisata alam lainnya.
Editor: Ainun Najib