Jokowi Beli Sapi Simmental di Bantul untuk Hewan Kurban

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 08:35 WIB
Jokowi Beli Sapi Simmental di Bantul untuk Hewan Kurban
Dokter kesehatan hewan mengecek sapi untuk hewan kurban di Bantul, DIY (Foto: Antara/Hery Sidik)

BANTUL, iNews.id - Presiden Joko Widodo membeli seekor sapi dari peternak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sapi untuk kurban Idul Adha 1441 Hijriah itu diperkirakan seberat satu ton.

"Kemarin dari Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan Kementan mencari sapi untuk kurban Pak Jokowi, kebetulan di Bantul ada tiga (sapi peternak) yang diseleksi," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo di Bantul, Selasa (7/7/2020).

Menurut dia, tiga sapi milik peternak di Bantul yang diseleksi itu berada di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kecamatan Pajangan, dan Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret. Dia tidak mengetahui pasti kurban itu akan dipotong di mana.

"Setelah dicek oleh teman-teman Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta yang lolos satu, di Sedayu. Sudah clear, tapi mau dipotong di mana kami tidak tahu, yang jelas Presiden Jokowi sudah membeli sapi dari Bantul satu ekor," katanya.

Menurut dia, peternak di Sedayu yang beruntung terpilih untuk menjual sapi kepada Presiden tersebut yakni Rika di Dusun Karangasem, Desa Argomulyo. Jenis sapi yang dibeli simmental dengan berat sekitar satu ton.

Joko mengatakan, sebelum terpilih Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, di wilayah DIY ada lima sapi peternak yang diajukan, selain tiga dari Bantul tersebut, dua ekor sapi dari Kabupaten Sleman.

"Jadi sapi yang dicari di DIY kemarin ada lima titik, Bantul tiga dan Sleman dua, yang lolos seleksi dari yang Sedayu. Harga sapi sebesar Rp90 juta dengan berat badan kurang lebih satu ton," katanya.

Dia mengatakan untuk memastikan kondisi sapi kurban memenuhi syarat hingga disembelih pada Idul Adha nanti, Dinas Pertanian akan rutin memantau. Dalam waktu dekat tim juga akan memantau tempat penampungan ternak termasuk di Sedayu.


Editor : Nani Suherni