Kades Korupsi di Gunungkidul Dieksekusi, Istri Nangis Sesenggukan

Kismaya Wibowo ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 09:21 WIB
Kades Korupsi di Gunungkidul Dieksekusi, Istri Nangis Sesenggukan
Eksekusi Kepala Desa Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Agus Setiawan diwarnai isak tangis sang istri (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Eksekusi Kepala Desa Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Agus Setiawan diwarnai isak tangis sang istri. Kades Baleharjo ini ditahan Kejaksaan Negeri Gunungkidul usai terjerat korupsi dana pembangunan desa sebesar Rp353 juta.

Tangis Tri Harsanti, istri Kades Baleharjo pecah saat sang suami dieksekusi. Dia tak kuasa membendung kesedihannya usai sang suami dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri Gunungkidul.

Agus Setiawan sudah berusaha mengganti uang kerugian negara hingga Rp2 miliar menggunakan uang tanah bengkok miliknya. Perkara tersebut bermula ketika kontraktor dan sang kepala desa terlibat kasus korupsi sebesar Rp353 juta untuk pembangunan balai desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.

Dalam korupsinya, sang kepala desa dan kontraktor tidak menjalankan pembangunan sesuai dengan rancangan bangunan yang sudah ada. Dia justru mengkorupsi dana hingga Rp353 juta.

Niat Agus mengganti kerugian negara tidak berhasil dan ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Agustus 2019 lalu dan dilakukan eksekusi pada 29 Juli 2020. Atas eksekusi tersebut, kuasa hukum mengaku akan melakukan sejumlah langkah hukum agar Agus mendapatkan penangguhan penanganan.

"Keluarga dan istri sudah memohon untuk penangguhan penahanan. Kita tetap kedepankan asas praduga tak bersalah ya," kata kuasa hukum Kades Baleharjo, Kunto Nugroho Adnan, Rabu (29/7/2020).

Sementara itu, terkait dengan lamanya proses eksekusi yang ada, Kejaksaan Negeri Gunungkidul mengaku terkendala kelengkapan berkas. Sehingga baru dilakukan eksekusi setelah hampir 1 tahun pascapenetapan tersangka.

"Sebelumnya tidak ada kendala-kendala lain, hanya soal berkas dan ini sudah beres semua," kata Kepala Kejaksaan Gunungkidul, Koswara.

Sang kades dibawa ke Lapas Wirogunan Yogyakarta dan akan ditahan selama 20 hari mendatang. Dia terancam dengan pasal 2 dan 3 tentang tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Nani Suherni