get app
inews
Aa Text
Read Next : Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang Timpa Becak di Sleman, 2 Orang Tewas

Karina Afandi Putri Anak Indonesia Budaya 2022 Kampanyekan Permainan Tradisional di Sleman

Minggu, 19 Maret 2023 - 10:19:00 WIB
Karina Afandi Putri Anak Indonesia Budaya 2022 Kampanyekan Permainan Tradisional di Sleman
Putri Anak Indonesia Budaya 2022 karina Aliya Afandi mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak di Sleman. (foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id - Juara Putri Anak Indonesia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengkampanyekan permainan tradisional kepada anak-anak di pinggiran Sleman. Karina bermain dan mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada anak-anak di sekitar Blue Lagoon, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (18/3/2023).

Dalam kampanye ini, Karina mengenalkan berbagai jenis permainan tradisional dari berbagai daerah. Karina juga membaur dengan anak-anak desa untuk bermain balogo, bola bekel, lompat tali, kitiran, yoyo, hingga memainkan egrang dan kitiran ataupun cublak-cublak suweng. 

Karina juga membagikan hadiah berupa buku atau peralatan tulis kepada anak-anak yang berhasil menjuarai setiap permainan. Mereka tampak asyik permainan di pinggiran sungai tanpa ketergantungan dengan gadget atau handphone. 

“Saya ingin melestarikan permainan tradisional sebagai ciri khas Indonesia, seperti batik,” kata Karina yang duduk di bangku kelas VIII SMP Elton Christian School Surabaya ini. 

Menurut Karina, anak-anak saat ini sudah tidak begitu menganl dengan permainan tradisional. Apalagi anak-anak yang tinggal di perkotaan. Mereka akan lebih suka pergi ke mal atau bermain dengan gadgetnya. 

Permainan tradisional akan merekatkan pertemanan anak-anak. Mereka bisa main bersama tanpa memandang status ekonomi dan sosial. Mereka bisa ngobrol dan bermain bersama meskipun berbeda sekolah atau kelas. 

“Paling asyik main Cublak-Cublak Suweng, bisa tertawa melihat muka teman-teman,” ujarnya.

Menurut Karina, dia akan mengunjungi beberapa kota untuk menyapa untuk melestarikan permainan tradisional. Di setiap kotanya dia akan bertemu anak-anak untuk diajak dan main bersama agar mereka suka dengan kesenian dan budaya Indonesia. 
 
Founder Kampung Dolanan Anak, Mustofa mengatakan, anak-anak saat ini sudah sibuk dengan handphonenya. Sebagian sudah tidak mengenal dengan permainan tradisional. 

Permainan tradisional tidak hanya mengajarkan kekuatan fisik, namun juga teamwork dan kerja sama. Bahkan permainan tradisional juga mengajarkan pendidikan, kejujuran hingga tanggung jawab.   

“Dalam setiap permainan tradisional ada aturannya. Itu bisa disepakati dan mereka akan main dengan sesuak hati,” ujarnya.   

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut