Kejati DIY Selamatkan Uang Negara Rp23,114 Miliar dari Kasus Korupsi

Kuntadi ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 15:43 WIB
Kejati DIY Selamatkan Uang Negara Rp23,114 Miliar dari Kasus Korupsi
Jaksa turun ke jalan membagikan suvenir ke pengguna jalan saatperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (Foto: Dok. iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY mengklaim mampu menyelamatkan keuangan negara dengan nilai mencapai Rp23,114 miliar dari sejumlah kasus korupsi yang ditangani.

Kepala Kejati DIY, Masyhudi mengatakan, jajarannya terus berkomitmen memberantas tindak pidana korupsi. Saat ini tim jaksa tengah menangani enam perkara. 

“Dari kasus yang ditangani kita mampu menyelamatkan keuangan negara dan akan terus menangani tindak pidana korupsi,” kata  Masyhudi, Selasa (10/12/2019).

Masyhudi mengungkapkan, kerugian negara yang bisa diselamatkan itu berasal dari sejumlah kasus korupsi di antaranya kasus penyimpangan kredit di salah satu bank BUMN senilai Rp16 miliar, pengadaan tanah di Kalasan, Sleman Rp6,5 miliar. Sedangkan sisanya, kasus korupsi yang ditangani Kejari Kota Yogya Rp437 juta, Kejari Sleman Rp52 juta dan Kejari Bantul Rp124 juta.

“Saat ini uang tersebut sudah dititipkan di rekening penampungan kejaksaan,” katanya.

Saat ini, kata Masyhudi, Kejati DIY tengah menangani sembilan perkara korupsi. Yakni, dua kasus korupsi di Kejati, Kejari Sleman (dua kasus), Kejari Bantul (dua kasus),  Kejari Kulonprogo (dua kasus), dan Kejari Gunungkidul 1 kasus.

Sementara yang sudah masuk ke tahap penyidikan ada 6 kasus, yakni 4 kasus di Kejati DIY, 1 kasus di Kejari Sleman  1 dan Kejari Gunungkidul 1.

Masyhudi menegaskan, kejaksaan mempunyai komitmen untuk memerangi korupsi di semua level.

Karena itu, dia berharap peran masyarakat dalam memberantas tindak pidana korupsi, salah satunya melaporkan jika ada perbuatan yang menyimpang. 

“Kita harus bersama-sama dalam melakukan pemberantasan, agar korupsi bisa hilang,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (9/12/2019), Kejaksanaan Tinggi DIY juga menggelar peringatan Hari Antikorupsi yang dipusatkan di titik Nol Kilometer. Sejumlah jaksa turun ke jalan membagikan stiker, kaus, dan suvenir yang berisi ajakan untuk tidak pada korupsi. Petugas juga mengedukasi masyarakat untuk ikut memerangi perkara korupsi.


Editor : Kastolani Marzuki