Komunitas AMAN Desak Polda Usut Tuntas Pemasang Spanduk Bunuh Sultan

Kuntadi ยท Jumat, 04 Mei 2018 - 22:54 WIB
Komunitas AMAN Desak Polda Usut Tuntas Pemasang Spanduk Bunuh Sultan
Petugas Polda DIY menangkap para pelaku unjuk rasa Hari Buruh yang berujung rusuh di simpang tiga UIN Yogyakarta, 1 Mei 2018 lalu. (Foto: Dok. iNews.id)

SLEMAN,iNews.id – Perwakilan Aliansi Masyarakat Anti-Anarkisme (AMAN) mendesak Polda DIY menangkap dan mengusut tuntas pelaku vandalisme spanduk bertuliskan “Bunuh Sultan” dalam unjuk rasa Hari Buruh yang berakhir rusuh di simpang tiga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mereka menilai pemasangan spanduk bernada ancaman terhadap simbol masyarakat Yogyakarta sudah di luar adab dan nilai kearifan lokal warga DIY.

Juru bicara AMAN, Agus Budyawan mengatakan aksi unjuk rasa yang menumpang Hari Buruh itu sudah melukai hati masyarakat Yogyakarta. “Baliho yang dicoret dengan tulisan “Bunuh Sultan” akan kita serahkan ke polisi. Baliho itu kita sobek dan amankan setelah aksi kita,” kata Agus di Mapolda DIY, Jumat (4/5/2018). 

Dia mengatakan, kedatangan komunitas AMAN bersama Sekber Keistimewaan DIY ke Mapolda DIY itu untuk meminta informasi perkembangan kasus aksi demontrasi berujung rusuh di pertigaan UIN Yogyakarta, 1 Mei 2018 lalu. “Ya, kami menanyakan perkembangan proses hukum demo rusuh di depan UIN,” ucap Agus Budyawan.

Agus mengatakan, sampai saat ini, dari hasil penyelidikan polisi belum menunjukkan titik terang kasus tersbeut. Termasuk kasus vandalisme “Bunuh Sultan” yang sudah meresahkan masyarakat. Karena itu, mereka minta agar pelaku dan aktor intelektual yang ada di belakangnya diusut tuntas.  “Hanya dikatakan masih dalam penyelidikan dan masih berjalan,” ucap Agus.

Dia menjelaskan, saat ini penyidik telah menetapkan 12 orang tersangka kasus unjuk rasa rusuh itu. Namun secara spesifik yang menulis spanduk itu maupun penyandang dana aksi rusuh tersebut hingga kini belum ada kejelasan. “Kami melihat aksi itu sudah sangat sistematis dan ini harus diungkap semuanya,” katanya.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto memastikan kasus demonstrasi yang berakhir rusuh sudah ditangani dan sedang diproses hukum. Dia menegaskan, sudah ada 12 orang yang ditetapkan tersangka. “Kami masih mencari petunjuk dan mengumpulkan barang bukti untuk mengidentifikasi siapa pelaku vandalisme tersebut.  Proses hukum terus berjalan, sudah ada 12 tersangka yang ditetapkan,” katanya.

Penyidik juga berkomitmen untuk menyelesaikan berkas acara pemeriksaan (BAP) kasus itu lebih cepat. Targetnya pada pekan depan sudah akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan. 


Editor : Kastolani Marzuki