KPU Kulonprogo Temukan Mantan Narapidana Nyaleg

Kuntadi ยท Senin, 06 Agustus 2018 - 16:28:00 WIB
KPU Kulonprogo Temukan Mantan Narapidana Nyaleg
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

KULONPROGO, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo menemukan sejumlah bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang merupakan mantan narapidana. Mereka maju dari beberapa partai politik (parpol) menjadi peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Ketua KPU Kulonprogo Muhammad Isnaeni mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan berkas administrasi, ada calon yang teridentifikasi mantan narapidanan. Hal ini terlihat dari kelengkapan berkas bacaleg seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan lampiran putusan dari pengadilan yang menyatakan pernah dipidana.

"Sudah ada beberapa yang kami temukan (sebagai mantan narapidana)," kata Isnaeni di kantornya, Senin (6/9/2018).

Namun demikian, dia belum bisa merinci detail jumlah mantan narapidana yang maju nyaleg dan parpolnya. KPU masih akan mengecek di pengadilan dan kejaksaan.

Isnaeni menjelaskan, beberapa nama yang disinyalir mantan narapidana akan dicek. Nama-nama itu akan dimasukkan ke sistem yang ada di Pengadilan Negeri (PN) Kulonprogo untuk diketahui kasus dan perkaranya. Termasuk juga tahun kejadian dan vonis pidana yang dijatuhkan majelis hakim.

Kendati begitu, menurutnya mantan narapidana tetap bisa mencalonkan sebagai bacaleg dengan sejumlah syarat. Mereka hanya wajib membuat pengumumam di media dengan dilengkapi surat dari redaksi dan lampiran putusan hakim.

"Semuanya bisa mencalonkan asalkan bukan narapidana kasus korupsi, narkoba dan kasus asusila pada anak," ujar Isnaeni.

Pemeriksaan berkas beberapa bacaleg yang mendaftar sudah lengkap. Berkas mereka sudah diproses sebagai dasar untuk pencalonan. Namun berkas menyangkut mantan narapidana untuk ketiga kasus tersebut (korupsi, narkoba, dan asusila anak di bawah umur) belum diinventarisir. Termasuk diklarifikasi ke pengadilan yang mengeluarkan putusan. "Jika ada caleg karena terlibat ketiga kasus nantinya bisa diganti," tuturnya.

Senada juga disampaikan Ketua KPU Bantul Johan Komara mengatakan, proses rekapitulkasi bacaleg juga belum kelar. KPU masih menginventarisir siapa saja caleg yang pernah tersandung kasus hukum.  "Ini masih proses. Kami sedang inventarisir," kata Johan.

Johan memastikan untuk bacaleg yang mencalonkan di KPU Bantul dipastikan bebas dari pendaftar yang memiliki catatan ketiga kasus larangan nyaleg tersebut. Hal ini karena KPU sudah berkomunikasi dengan parpol jauh-jauh hari setelah adanya peraturan KPU.

Hasil pencermatan ini nantinya akan diumumkan sebagai daftar caleg sementara (DCS) untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat. "Setiap ada masukan akan kami respon," ujarnya.

Editor : Donald Karouw