get app
inews
Aa Text
Read Next : Air Bersih Mengalir di Sikka, Program Perindo Alirkan Harapan dan Ekonomi Warga

Krisis Air, Petani Tembakau di Gunungkidul Terancam Merugi

Kamis, 25 Juli 2019 - 16:03:00 WIB
Krisis Air, Petani Tembakau di Gunungkidul Terancam Merugi
Petani mengangkut air dari telaga yang mulai mengering. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Sejumlah petani tembakau di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, terancam merugi. Cadangan air dari telaga yang dipakai untuk menyiram tanaman kian menipis.

Dampak kekeringan ini mulai mereka rasakan sejak awal bulan puasa lalu. Banyak mata air yang mengering dan tidak ada lagi cadangan air bersih.

"Air telaga ini menjadi andalan, meski kotor. Sekarang airnya juga mulai menipis," kata seorang petani, Margono, kepada wartawan di Desa Gading, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (25/6/2019).

Menurutnya, petani saat ini bingung untuk menghidupi tanaman tembakau yang ada. Jika dibiarkan dan tidak disiram, pasti akan mati. Sedangkan untuk menyiram tidak ada lagi ketersediaan yang cukup karena sumber air kering.

Sementara untuk membeli air, warga menilai harganya cukup memberatkan kalau dipakai untuk menyiram tanaman. Mereka memilih untuk memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan MCK, dan air minum harian.

"Satu tangki harus dibeli dengan harga Rp125 ribu," ujar dia.

Petani lainnya, Warti mengatakan, sulitnya mendapatkan air, membuat para petani harus naik turun tebing. Bila sehari menyiram tiga kali, mereka harus 15 kali bolak-balik mengambil air, jika tidak mereka akan merugi.

"Kami butuh dukungan dari pemerintah agar tidak merugi," kata Warti.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut