Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Desa Ngunut Gunungkidul

Kuntadi ยท Rabu, 20 November 2019 - 16:53 WIB
Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Desa Ngunut Gunungkidul
Petugas dari Polres Gunungkidul melakukan pengamanan saat penangkapan terduga teroris di Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Rabu (20/11/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Penangkapan terduga teroris Markino alias Abu Umar oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengejutkan warga sekitar. Apalagi, warga mengetahui Markino sudah 15 tahun tinggal di Dusun Ngunut, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Berdasarkan informasi dari warga, kronologi penangkapan terduga teroris itu berawal dari kedatangan sejumlah petugas ke desa itu, Rabu pagi. Para petugas sudah siaga dan menunggu di luar rumah Markino. Begitu dia keluar, petugas langsung menangkap dan mengamankannya, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Dia ditunggu di luar rumah. Begitu keluar langsung ditangkap,” kata Tumingan, tetangga Markino.

Menurut Tumingan, sejak pagi suasana di desanya sudah ramai. Apalagi setelah ada kabar penangkapan terduga teroris dan banyak petugas kepolisian datang ke sana.

Sejumlah warga penasaran dan ingin melihat kondisi sebenarnya. Namun, mereka dilarang mendekat. Polisi juga telah memasang garis polisi dengan jarak lumayan jauh sehingga warga tidak terlalu dekat ke lokasi.

Berdasarkan informasi dari warga, Markino setiap hari bekerja dengan membuka usaha warung kelontong. Usaha ini dia geluti bersama dengan istrinya. Hanya saja, dia tidak mudah bergaul dengan tetangga sekitarnya. Bahkan, warga yang belanja di warungnya juga jarang bertemu Markino.

“Dua tahun ini, dia tidak mau bergaul dengan warga,” ujarnya.

Warga yang lain, Supoyo mengatakan, Markino merupakan pendatang. Dia berasal dari Purworejo, Jawa Tengah, dan memperistri warga Ngunut. “Istrinya yang asli sini, dia berasal dari Purworejo,” ujarnya.


Editor : Maria Christina