Kru Tak Bisa Tunjukkan Rapid Test, Bus Pariwisata Ditolak Masuk DIY

Antara ยท Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:20:00 WIB
Kru Tak Bisa Tunjukkan Rapid Test, Bus Pariwisata Ditolak Masuk DIY
Petugas Dishub melakukan pengawasan kendaraan saat operasi pengawasan kendaraan di perbatasan DIY - Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, Jumat (17/4/2020). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras)

YOGYAKARTA, iNews.id - Bus pariwisata dari luar daerah akan diminta putar balik apabila kru tidak dapat menunjukkan surat keterangan rapid test dengan hasil nonreaktif. Tindakan tegas ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah DIY.

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dishub DIY Lazuardi mengatakan perintah putar balik dilakukan jika kru bus tidak dapat menunjukkan hasil rapid test. "Perintah putar balik atau ditolak masuk jika kru atau awak bus tidak dapat menunjukkan hasil rapid test," terangnya Rabu (28/10/2020).

Lazuardi mengatakan aturan itu perlu diterapkan karena awak bus diasumsikan kerap bertemu banyak penumpang yang berasal dari berbagai zona sehingga riskan terpapar Covid-19. "Ini sesuai instruksi Menteri Perhubungan," kata dia.

Menurut dia, pengecekan terhadap bus pariwisata diintensifkan dengan menggelar patroli secara acak di sejumlah kawasan destinasi wisata di lima kabupaten/kota selama libur panjang cuti bersama.

Selain memastikan awak atau kru angkutan pariwisata memiliki surat keterangan rapid test, petugas juga akan memeriksa ketersediaan hand sanitizer, penerapan protokol kesehatan dan pemakaian masker di dalam bus, serta persyaratan laik jalan untuk kendaraan umum maupun bus pariwisata.

"Untuk pelanggaran penyediaan hand sanitizer serta protokol kesehatan kami akan mengedukasi dan memberikan masker. Sedangkan pelanggaran persyaratan laik jalan akan ditilang," kata dia.

Patroli penegakan tertib protokol kesehatan itu akan dilakukan bersama-sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY dalam Satgas Penanganan COVID-19 DIY.

Selama libur panjang akhir pekan, petugas Dishub DIY bersama jajaran terkait juga akan melakukan upaya pengendalian rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus di sejumlah titik.

Pemantauan dan pengendalian arus lalu lintas, kata dia, akan terfokus di empat titik terluar DIY yakni di Prambanan (Kabupaten Sleman), Tempel (Sleman), Patuk (Gunungkidul), serta Temon (Kulonprogo).

"Mana kala terjadi kepadatan atau kemacetan lalu lintas di ruas jalan atau pun di simpul-simpul transportasi, maka kami akan bersinergi dengan jajaran terkait untuk melakukan penanganan baik secara teknis maupun taktis lapangan," kata dia.

Editor : Ainun Najib