KSAD Berjanji Selesaikan Lahan Urut Sewu Kebumen Sesuai Prosedur Hukum

Priyo Setyawan ยท Sabtu, 04 September 2021 - 20:46:00 WIB
 KSAD Berjanji Selesaikan Lahan Urut Sewu Kebumen Sesuai Prosedur Hukum
KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa memberikan keterangan lahan Urat Sewu Kebumen di Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta, Sabtu (4/9/2021). (Foto : MNC Portal/priyo setyawan)

YOGYAKARTA, iNews.id-Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Andhika Perkasa berjanji akan menyelesaikan lahan Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah dengan menempuh prosedur secara hukum. KSAD memastikan tidak akan memaksakan sepihak wilayah yang secara resmi belum bisa dipakai.

"Kami tidak akan turun dan memaksakan secara sepihak tentang wilayah yang secara resmi belum bisa kami pakai. Kami patuh hukum, misalnya ada warga yang membawa tuntutan ke ranah hukum karena itu mekanisme yang paling fair, "katanya seusai penyerahkan sertifikat hak pakai untuk lahan Urut Sewu dari BPN Jawa Tengah  kepada TNI AD di Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta, Sabtu (4/9/2021).

Andhika mengatakan ada tambahan 110 hektar lahan Urut Sewu dari penyerahan sertifikat hak pakai dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah melalui Pemerintah Kabupaten Kebumen. Sehingga lahan Urut Sewu yang sudah mendapatkan sertifikat hak pakai ada 464 hektare Sebab tahun lalu, menerima 355 hektar.

“TNI AD hanya akan memegang legalitas yang sudah dipegang, yaitu 464 hektar dari total 965 hektar. Saat ini, juga masih ada lagi sertifikat yang sedang dalam proses di wilayah Urut Sewu tersebut,” katanya.

Ke depannya, Andhika menyebut bahwa pemanfaatan lahan di Urut Sewu hanya untuk latihan yang sifatnya hanya manuver, serta penelitian dan pengembangan yang tidak melibatkan ledakan atau peluru yang bersifat tajam. “Saya sudah menghentikan penggunaan lahan di Urut Sewu untuk latihan menembak dengan peluru tajam,” katanya.

Menurut Andhika penghentian latihan dengan peluru tajam bukan saja karena keamanan bandara saja, tapi pertimbangan ruang lahannya yang cukup sempit sehingga akan lebih baik menghindari digunakan untuk latihan menembak.

Editor : Ainun Najib

Bagikan Artikel: