Kunjungi UIN Yogyakarta, Menteri Agama: Masyarakat Kini Belajar Agama dari Medsos

Kuntadi ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 18:01 WIB
Kunjungi UIN Yogyakarta, Menteri Agama: Masyarakat Kini Belajar Agama dari Medsos
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.idMenteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyoroti perkembangan teknologi yang rawan terjadi penyimpangan, khususnya terkait agama. Hal ini terjadi menyusul pola pendidikan yang tidak benar dari generasi milenial yang kini banyak belajar dari media sosial (medsos).

Menag mengatakan, era desrupsi 4.0 telah diikuti dengan perubahan yang sangat pesat di semua bidang. Pola pikir masyarakat, terutama generasi milenial, perlu diluruskan. Mereka belajar banyak bukan dari guru, ustaz atau kyai, ataupun belajar dari buku. Pemahaman mereka lebih banyak dipengaruhi dari medsos.

“Pola pikir masyarakat dipengaruhi medsos, dalam hal agama juga seperti itu,” kata Fachrul di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, Kamis (12/12/2019).

Pemahaman keagamaan yang tidak komprehensif membuat masyarakat seakan lebih tahu dari mereka yang belajar agama dari kecil di pesantren. Perbedaan pandangan pun semakin sering terjadi karena kebebasan menyampaikan dan menerima pandangan dan pemikiran di medsos terbuka lebar.

Karena itu, kalangan akademisi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) harus mampu mengedukasi umat beragama dengan berwawasan kebangsaan. “Kementerian Agama harus terus menggelorakan moderasi beragama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dengan cerdas,” ujarnya.

Jajaran Kemenag juga harus bisa menguatkan identitas keislaman. Semuanya mesti bisa menyampaikan ayat dan hadis dengan tekstual yang benar, termasuk menjabarkan makna kontekstual yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, Kemenag juga harus menjunjung tinggi toleransi dan tenggang rasa. Tidak perlu mengedepankan perdebatan dalam menyampaikan pemahaman keagamaan, cukup menyampaikan tekstual dan kontektualnya dengan argumentasi fiqih dan logika yang tepat. “Harus disadari bahwa yang membaca bukan hanya umat Muslim,” ujarnya.

Fahcrul juga mengajak jajarannya untuk melaksanakan setiap program kerja dan aturan-aturan kedinasan. Mereka mesti bisa menjadi contoh bagi kementerian lain. Kejujuran, keterbukaan dan pelayanan yang sebaik-baiknya harus dijunjung tinggi.

Kunjungan Menag ke Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disambut Rektor Yudian Wahyudi, para wakil rektor, dekan dan dari fakultas. Yudian pun menyambut positif imbauan dari Menag. “Kami selalu menekankan kepada seluruh sivitas akademika, bahkan kepada masyarakat luas untuk selalu bersyukur hidup di bumi Indonesia yang merdeka dan bersatu dalam pluralitas,” ujar Yudian.

Menurut dia, semua warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin di negeri ini tanpa membedakan agama dan ras. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk bertanding menentukan siapa yang paling unggul menduduki posisi pemimpin di semua bidang, bahkan sebagai presiden.


Editor : Maria Christina