Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Penyelidikan Dugaan Money Politics

Trisna Purwoko ยท Senin, 30 November 2020 - 20:49:00 WIB
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Penyelidikan  Dugaan Money Politics
Bawaslu Bantul hentikan penyidikan kasus dugaan money politics. (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

BANTUL, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul menghentikan penyelidikan dugaan money politics yang dilakukan salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bantul. Penghentian dilakukan setelah sentral penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) menyatakan alat bukti masih kurang.

Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mengatakan, Bawaslu sudah mendapatkan laporan terkait video dugaan money politics yang viral di media sosial pada 22 November lalu. Bawaslu juga mendapat laporan dan menindaklanjutinya dengan menggelar rapat pleno. Laporan yang ada sudah memenuhi syarat formil dan materiil dan dicatat dalam nomor register.

Laporan ini telah ditindaklanjuti dengan pembahasan di Sentra Gakkumdu pada 24 November. Saat itu disepakati menentukan jenis dugaan pelanggaran dan tindaklanjut untuk pemenuhan dua alat bukti. Bawaslu juga telah melakukan klarifikasi dengan memanggil sejumlah pihak.

“Dari kajian klarifikasi, kajian dokumen, pengumpulan bukti diranah Bawaslu sudah memenuhi unsur dugaan pelanggaran. Hasil itu kemudian dilakukan pembahaan tahap kedua di Sentra Gakumdu,” katanya.

Pada pembahasan tahap kedua ini, baik kepolisian ataupun kejaksaan mengeluarkan pandangan mereka terhadap hasil kajian Bawaslu. Kedua institusi ini menganggap alat bukti yang ada belum bisa dilakukan ke penyidikan.

“Dalam pembahasan kedua di Sentra Gakkumdu, disimpulkan laporan terkait dugaan pelanggaran money politics tidak bisa ditingkat ke penyidikan," katanya.

Harlina mengatakan kepolisian dan kejaksaan melihat waktu pengumpulan alat bukti sangat terbatas. Video tidak bisa lepas dari rangkaian peristiwa sehingga harus diuji keasliannya. Selain itu ada keterangan yang berbeda-beda dan cenderung tidak konsisten dari para saksi.

“Ada kesaksian yang tidak melihat langsung kejadian itu,” katanya.

Sementara kejaksaan melihat masih ada kekurangan dua alat bukti dalam menganalisa laporan yang ada. Video yang diajukan oleh pelapor belum bisa dijadikan alat analisa. Apalagi beberapa keterangan saksi tidak ada kesesuaian, yang menjadikan keraguan. Apalagi yang diberikan uang adalah cucu yang merupakan anak yatim, bukan neneknya.

Editor : Kuntadi Kuntadi