Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Rp300.000 Per Bulan
YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menyalurkan bantuan bagi warga miskin, khususnya lansia dan penyandang disabilitas pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2018. Setiap bulan mereka akan mendapatkan bantuan kesejahteraan sebesar Rp300.000 selama setahun.
Plt Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Bejo Suwarno mengatakan, program ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi gubernur atas evaluasi terhadap APBD Kota Yogyakarta pada 2018. Rekomendasi tersebut, Pemkot diminta menambah anggaran untuk mengentaskan masalah kemiskinan.
“Evaluasi diwujudkan dengan bantuan bagi lansia dan disabilitas,” kata Bejo di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Kota Yogyakarta Selasa (9/1/2018).
Selama ini, KMS hanya mengakomodir jaminan kesehatan, pendidikan, dan santunan kematian. Dengan program tersebut, setiap bulan lansia dan penyandang disabilitas diberikan tambahan dana sebesar Rp300.000 agar bisa hidup lebih layak. “Dana ini akan diambilkan dari rasionalisasi belanja pegawai,” ujarnya.
Pemkot, kata dia, saat ini sedang melakukan verifikasi terhadap jumlah lansia pemegang KMS 2018. Dari data yang ada tercatat sekitar 900 lansia dan 155 orang penyandang disabilitas.
Bejo mengaku, tambahan intervensi perlindungan sosial ini diharapkan mampu memberi andil dalam pengentasan kemiskinan. Terlebih, KMS hanya diberikan bagi warga yang memenuhi kriteria sebagai rentan miskin, miskin, dan fakir miskin.
Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Masyarakat Dinas Sosial Kota Yogya, Esti Setyarsi, mengatakan, pada tahun 2018 sebanyak 17.253 kepala keluarga atau 55.094 jiwa pemagang KMS. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 18.651 KK atau 60.215 jiwa.
“Penurunannya disebabkan tidak memenuhi kriteria, meninggal dunia, pindah domisili sampai adanya data dobel. Ada juga warga yang tidak mau didata karena merasa sudah mampu,” kata Esti.
Dari data keseluruhan pemegang KMS, sebagian besar merupakan kategori rentan miskin sebanyak 12.456 KK. Sedangkan kategori miskin ada 4.781 KK, dan fakir miskin ada 16 KK.
Kecamatan Mergangsan tertinggi dengan 2.137 KK atau 6.801 jiwa. Sedangkan paling sedikit di Kecamatan Pakualaman dengan 475 KK atau 1.575 jiwa serta Kecamatan Ngampilan dengan 508 KK atau 1.561 jiwa.
Sementara Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogya, Antonius Fokki Ardiyanto, mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Sosial terkait data KMS 2018. Salah satunya usulan dari walikota untuk menambah kriteria pemegang KMS dari masyarakat yang rentan jatuh miskin.
“Äkhir bulan kami akan bahas kembali sambil menunggu kajian dari Dinsos,” kata Antonius.
Editor: Dony Aprian