Libur Lebaran, Kusir Andong Malioboro Keluhkan Sepinya Penumpang
YOGYAKARTA, iNews.id - Berwisata ke Kota Yogyakarta tidak lengkap jika tidak singgah di Jalan Malioboro. Di pusat kota Yogyakarta ini, wisatawan bisa berburu aneka jenis cenderamata atau sekadar kongkow dan bersantai di taman-taman. Tidak sedikit wisatawan yang memilih naik andong untuk keliling kota.
Andong telah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan pusat wisata Jalan Malioboro. Dari Jalan Malioboro sampai dengan depan Pasar Beringharjo, setiap hari ada ratusan andong yang mangkal. Sebagian andong ditarik dengan satu ekor kuda namun ada juga yang menggunakan dua ekor kuda.
Uniknya, kusir andong yang mangkal di Jalan Malioboro ini wajib mengenakan surjan dan blangkon. Pakaian ini menjadi salah satu identitas budaya dan keistimewaan DIY. “Ada ratusan andong di sepanjang Malioboro ini,” kata Adiyo, salah satu kusir andong, Rabu (20/6/2018).
Warga Pandak, Bantul ini mengaku sudah lebih dari tujuh tahun menjadi kusir andong. Dalam suasana Lebaran seperti saat ini, dia bisa mendapatkan penghasilan per hari antara Rp700.000-800.000. Itu pun hanya dilakukan pada sore hari sampai dengan malam.
Menurut Adiyo, saat Lebaran tarif andong dipatok hanya Rp200.000 atau naik sedikit dari kondisi normal. Rutenya dari Jalan Malioboro, sampai Titik Nol Kilometer, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan kembali ke utara sampai di Stasiun Tugu dan kembali ke Jalan Malioboro. “Kalau dari pagi mungkin bisa jutaan, tapi saya biasa hanya sore saja,” ucapnya.
Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Malioboro ternyata tidak berdampak pada pendapatan kusir andong. Sebab, tahun ini hanya sedikit wisatawan yang menyewa andong. “Tahun ini bersamaan dengan libur kenaikan kelas. Banyak yang berpikir mencari sekolah baru dan butuh biaya,” ujar Adiyo.
Salah seorang wisatawan, Fahmi Auda mengaku sengaja ke Malioboro untuk naik andong sambil berkeliling kota. “Asyik saja berputar kota naik andong, sayang jalurnya macet penuh dengan kendaraan,” ucap warga Bekasi ini.
Editor: Kastolani Marzuki