Mahasiswa UMY KKN Mengajar di 35 Sekolah, Bantu Pendidikan saat Pandemi Covid-19

Kuntadi ยท Senin, 20 Juli 2020 - 16:39:00 WIB
Mahasiswa UMY KKN Mengajar di 35 Sekolah, Bantu Pendidikan saat Pandemi Covid-19
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meluncurkan program KKN Muhammadiyah Mengajar di masa pandemi. (Foto: Humas UMY)

BANTUL, iNews.id – Sebanyak 276 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah Mengajar berbasis IT. Ini merupakan bentuk pengabdian yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian (LP3M UMY) di masa pandemi Covid-19.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan, para peserta KKN Muhammadiyah Mengajar akan ditempatkan di 35 sekolah Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Program ini menjadi solusi yang ditawarkan UMY untuk mengatasi problematika yang dihadapi orang tua dan anak selama belajar di rumah.

“Program ini diharapkan bisa menjadi solusi memecahkan masalah yang muncul,” katanya saat melepas mahasiswa KKN, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, kebutuhan dasar dari siswa untuk melaksanakan pendidikan dari rumah, belum sepenuhnya siap. Berbagai kendala muncul dalam pelaksanaan ini seperti penyediaan jaringan internet, beban psikis orang tua dan banyak faktor lain. Mereka harus mendampingi anak, namun mereka juga harus menafkahi keluarganya.

"Banyak orang tua merasa terganggu dan terbebani, harus mendampingi anaknya, tetapi juga harus menafkahi keluarga,” katanya.

KKN Muhammadiyah Mengajar yang pertama kali diluncurkan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang terbaik untuk mengurangi permasalahan pembelajaran berbasis IT. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah.

“UMY akan menghibahkan Website Dikdasmen PDM Kulonprogo sebagai menjadi media komunikasi, informasi pembelajaran dan marketing sekolah Muhammadiyah di Kulonprogo,” ujarnya.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan, pengabdian yang akan dilakukan mahasiswa UMY di tengah pandemi Covid-19 ini termasuk dari ikhtiar Muhammadiyah sebagai gerakan taawun untuk negeri. Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha berupa sekolah dari jenjang SD sampai perguruan tinggi.

“Perlu adanya pemerataan standar kualitas sekolah Muhammadiyah agar tidak mengalami kesenjangan,” katanya.

Program ini selaras dengan tema ikhtiar Muhammadiyah tahun ini, bagaimana membangun networking atau jejaring antar amal usaha Muhammadiyah sehingga dapat terintegrasi dan interkoneksi demi mengembangkan pendidikan di sekolah Muhammadiyah.


Editor : Kuntadi Kuntadi