Mantan Napiter Bagikan Masker dan Hand Sanitizer di Kulonprogo

Kuntadi ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 18:40 WIB
 Mantan Napiter Bagikan Masker dan Hand Sanitizer di Kulonprogo
Jack Harun mantan napiter yang telah sadar menyerahkan bantuan masker dan hand sanitizer di kulonprogo. Foto : Kuntadi/iNews.id

KULONPROGO, iNews.id – Sejumlah mantan narapidana kasus terorisme (napiter) bersama Polres Kulonprogo menggelar aksi bakti sosial (baksos) dalam rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke-74. Mereka menyerahkan bantuan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

“Semoga Polri semakin jaya, menjadi garda terdepan dalam melindungi NKRI,” kata Ketua Yayasan Gema Salam Joko Tri Harmanto saat menyerahkan bantuan di Pedukuhan Wonogiri, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, Sabtu (4/7/2020).

Yayasan Gema Salam didirikan pada 2018 silam di Solo, Jawa Tengah. Yayasan ini menaungi sekitar 50-an mantan napiter di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, yayasan ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yang menyasar seluruh elemen masyarakat.

Aksi baksos seperti ini merupakan salah satu upaya untuk mengikis stigma negatif di masyarakat terkait para napiter. Masyarakat tidak perlu takut ataupun resah dengan anggota yayasan ini, karena semuanya sudah sadar dan berubah. Mereka telah kembali ke NKRI dan bersahabat dengan siapapun.

“Ini merupakan kepedulian kami. Kami telah kembali ke KNRI dan bersahabat dengan siapa saja. Termasuk dengan polisi,” kata Jack Harun-sapaan akrabnya.

Para mantan Napiter di bawah Yayasan Gema Salam telah menjadi mitra bagi pemerintah dan polisi dalam memberantas radikalisme dan terorisme. Mereka kerap menjadi narasumber dalam diskusi ataupun sosialisasi menyangkaut masalah deradikalisasi di sekolah, instansi hingga akademisi.

“Kami juga masuk ke dalam rutan mengunjungi napiter yang masih menjalani hukuman penjara, dan mengajak agar kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Jack Harun pernah dijatuhi pidana kurungan penjara selama enam tahun di LP Cipinang, Jakarta. Namun dia hanya menjalani 4,5 tahun dan mendapatkan pembebasan bersyarat. Dia terlibat dengan aksi pengeboman Bom Bali I tahun 2002 silam, yang cukup dekat dengan Amrozi, Imam Samudra, ataupun Dulmatin.

“Dulu saya menganggap Polri dan NKRI adalah thogut. Namun sekarang saya siap mensukseskan program pemerintah dan polisi,” ujarnya.

Dalam baksos ini Yayasan Gema Salam menyalurkan bantuan berupa masker dan hand sanitizier kepada masyarakat Jatirejo, yang merupakan daerah asal Jack Harun. Sedangkan dari Polres Kulonprogo diserahkan 30 paket sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Wakapolres Kulonprogo Kompol Sudarmawan mengapresiasi apa yang dilakukan yayasan ini untuk masyarakat. Mereka telah sadar dan kembali untuk berjuang dengan NKRI. Bahkan ikut meringankan beban masyarakat yang menjadi korban Covid-19.

Kalau dulu bom yang merusak, sekarang bom nya positif. Dia menggelar baksos dimana-mana dan ikut dalam deradikalisasi,” ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi