Masuki Musim Kemarau, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air Telaga

Kismaya Wibowo ยท Selasa, 15 September 2020 - 12:21 WIB
Masuki Musim Kemarau, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air Telaga
warga Panggang Gunungkidul memanfaatkan air telaga untuk mandi, mencuci dan memberi minum ternak. (foto: iNews.id/Kuntadi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Memasuki musim kemarau, sejumlah warga Kabupaten Gunungkidul, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka memanfaatkan telaga untuk mandi dan mencuci serta memberi minum ternak. Sementara untuk kebutuhan konsumsi, warga mengandalkan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kesulitan air bersih ini mulai dirasakan warga Pedukuhan Blimbing Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang. Setiap hari, warga harus menyusuri jalan berbatu menuruni perbukitan untuk mencari air di Telaga Cowet. Sambil menjinjing jeriken, warga membawa air untuk dibawa ke rumahnya.

“Sehari bisa lima kali, kalau tidak sapi-sapi saya bisa mati,” kata Ngatemi, Selasa (16/9/2020).

Tidak hanya Ngatemi, setiap hari ada puluhan ibu-ibu dan anak-anak yang hilir mudik. Tidak hanya mengambil air, namun juga mandi dan mencuci di telaga ini. Selain untuk ternak, air yang dibawa pulang juga untuk mandi kebutuhan di toilet.

“Kalau untuk minum dan masak pakai PDAM, kita pakai untuk mandi dan cuci biar irit,” katanya.

Lurah Girisekar Sutarman mengatakan Telaga Cowet telah menjadi sumber penghidupan warga. Sepanjang tahun telaga ini tidak pernah kering meski airnya agak keruh. Tahun ini kemarau sepertinya lebih pendek, sehingga dampaknya tidak begitu dirasakan.

“Dari sembilan pedukuhan, tujuh yang sudah teraliri dari PDAM. Kalau untuk mencuci dan minum ternak warga mengambil dari telaga,” katanya.

Warga dulu percaya minum air teh dari air telaga ini lebih enak dibanding air dari sumber mana pun. Bahkan sampai dengan 1990-an masih banyak yang menggunakan air ini untuk memasak. Namun dengan masifnya penyediaan jaringan PDAM, warga mulai beralih.

“Untuk yang belum teraliri PDAM masih mengandalkan dropping atau membeli,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi