Molor 6 Bulan, Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalur Kereta Bandara YIA Tak Jelas

Kuntadi ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 14:41 WIB
Molor 6 Bulan, Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalur Kereta Bandara YIA Tak Jelas
Proyek pembangunan jalur kereta bandara YIA di Temon, Kulonprogo. Foto : Kuntadi/iNews.id

KULONPROGO, iNews.id – Warga Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulonprogo resah dengan tidak adanya kepastian pembayaran ganti rugi atas lahan yang menjadi jalur kereta api ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Dari sekitar 177 bidang tanah, baru 54 yang dibayarkan.

“Warga butuh kepastian kapan dibayarkan, karena berkas sudah diberikan sejak April 2019,” kata Dukuh Siwates, Ribut Yuwono, di Balai Kalurahan Kaligintung, Selasa (23/6/2020).

Kesepakatan pembayaran ganti rugi, sudah terjadi pada bulan Oktober 2019. Saat itu dari tim pengadaan dijanjikan akan dibayarkan paling lambat pada bulan Desember 2019. Sampai saat ini tidak pernah ada kejelasan. Dari 177 bidang tanah hanya 57 yang bisa dicairkan dan hanya ada 54 yang selesai diproses.

“Kita sudah sampaikan surat ke Kanwil BPN, tembusan KAI, BPKP untuk meminta kepastian pembayaran,” kata Ribut yang juga anggota Satgas B pengadan lahan kereta api bandara.

Jika memang berkas tidak lengkap, semestinya berkas ini kembali untuk dilengkapi. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan apakah berkas lengkap atau tidak. Sementara permohonan relokasi dari warga terdampak juga tidak ada kejelasan.

“Untuk relokasi ada tanah pelungguh yang sudah disiapkan, tetapi boleh tidak dan berapa harganya belum jelas,” kata dia.

Warga juga dibuat bingung dengan adanya tender pekerjaan pembangunan yang dilakukan oleh rekanan atau pihak ketiga. Padahal lahan yang ada belum semua dibayarkan. Mereka ingin mengerjakan pekerjaan dan menyewa lahan yang dilewati.

“Kita tidak menghalangi tetapi pembayaran diselesaikan dulu baru bisa dibangun,” katanya.

Sementara itu Pejabat Sementara (Pjs) Lurah Kaligintung Prayogo mengatakan, warga Kaligintung sangat mendukung rencana pembangunan jalur kereta bandara. Harga yang ditawarkan dalam proses ganti rugi sudah disepakati dan tidak ada protes.

“Warga hanya ingin ada kepastian pembayaran itu kapan. Kalau mundur warga rugi karena apraisal tahun 2019, sedangkan harga tanah sekarang terus naik,” ujarnya.

Pemerintah Kalurahan kaligintung sudah menjembatani dengan menyurati para pihak terkait. Namun tidak pernah ada tindak lanjut dan penjelasan yang jelas. Justru warga sudah merasakan dampak kerusakan jalan untuk aktivitas pengurukan lahan calon relokasi.

“Jalan Trukan-Panceran yang dilewati sekarang malah sudah rusak,” ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi