Motif Pembakaran Janda di Kulonprogo Diduga Asmara, Polisi Buru Pelaku

Kuntadi ยท Senin, 07 September 2020 - 09:29 WIB
 Motif Pembakaran Janda di Kulonprogo Diduga Asmara, Polisi Buru Pelaku
Polisi melakukan olah TKP Kasus Pembakaran janda. (foto: istimewa)

KULONPROGO, iNews.idSatreskrim Polres Kulonprogo masih memburu pelaku penyiraman minyak dan pembakaran yang menimpa seorang janda Catur Atminingsih (54), ketika hendak bekerja di dekat TPA Sampah Banyuroto, Nanggulan Kulonprogo. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga bermotif asmara.

“Kita masih mencari pelaku, semalam anak-anak juga masih bergerak,” kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan, Senin (7/9/2020).

Melihat dari kasus tersebut, kemungkinan kasus ini berlatar belakang asmara. Korban berstatus seorang janda yang memiliki hubungan asmara dengan seorang pria. Apalagi dari keterangan saksi, antara korban dan pelaku sepertinya sudah saling kenal. Mereka sempat terlibat adu mulut sebelum akhirnya terjadi kasus pembakaran ini.

“Kemungkinan seputar masalah asmara,” katanya.

Polisi saat ini sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat kasus ini. Bahkan, sempat ada yang dimintai keterangan di polres namun tidak mengarah kepada kasus tersebut. Saksi ini kemudian dikembalikan dan diserahkan kepada keluarganya.

“Mudah-mudahan pelaku ini segera terungkap,” kata Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefry.

Catur Atminingsih menjadi korban penganiayaan ketika hendak bekerja di TPA Sampah Banyuroto, Nanggulan pada Sabtu (5/9/2020). Korban yang baru saja pulang ini mengendarai sepeda motor seorang diri. Di perjalanan dihadang pelaku, sehingga terjadi cekcok. Pelaku kemudian menyiram korban dengan minyak dan membakarnya.

Mendapat perlakuan ini, korban berteriak minta tolong dan ditolong rekan-rekannya. Sementara pelaku kabur dan meninggalkan korban. Akibatnya korban mengaami luka bakar di tubuhnya hingga 50 persen, mulai dari muka, dada, perut, tangan dan punggung. Kini korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wates.


Editor : Kuntadi Kuntadi