Muncul Klaster Baru Covid-19, Sultan: Aman dan Banyak Pilihan Rumah Sakit

Kuntadi ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 15:12 WIB
 Muncul Klaster Baru Covid-19, Sultan: Aman dan Banyak Pilihan Rumah Sakit
Sri Sultan Hamengkubuwono x

YOGYAKARTA, iNews.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X memastikan tidak ada masalah terkait ketersediaan tempat tidur dan rumah sakit dalam penanganan Covid-19 di DIY. Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr S Hardjolukito telah disiapkan, jika ada lonjakan kasus setelah ada klaster Indogrosir.

“Di Hardjolukito yang difungsikan baru satu floor, mestinya tiga floor,” kata Sultan kepada wartawan di Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (12/5/2020).

RS Hardjolukito merupakan rumah sakit milik TNI Angkatan Udara dengan daya tampung mencapai lebih dari 200 bed. Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat baru sekitar 60 persen dari kapasitas yang ada di seluruh rumah sakit yang ditunjuk. Masih ada sisa 40 persen yang bisa disiapkan. Termasuk penambahan ruangan di RS Hardjolukito.

“Tidak ada masalah. Dari seluruh rumah sakit yang ditunjuk baru 60 persen,” ujarnya.

Permasalahan yang ada, banyak dokter dan tenaga medis di RS Hardjolukito yang ditarik ke Jakarta. Mereka diperbantukan di Wisma Atlet untuk menangani pasien. Kekurangan dokter dan perawat ini akan dikomunikasikan dengan 5 kabupaten/kota di DIY.

“Bisa tidak bupati menyiapkan tenaga medisnya. Kesiapan mereka akan kita sampaikan ke Hardjolukito,” tutur Sultan.

Sultan juga mengaku sudah bertemu dengan kapolda DIY untuk membahas penanganan pasien. Prinsip Polda DIY melalui RS Bhayangakra juga siap menerima dan merawat pasien Covid-19.

“Ini kan semakin banyak pilihan untuk antisipasi,” kata Sultan.

Terkait dengan adanya klaster baru Indogrosir, Sultan mengaku sudah bicara dengan Bupati Sleman Sri Purnomo. Mulai hari ini sudah dilakukan rapid test massal. Jika nanti ada yang reaktif akan langsung diisolasi di Wisma Haji Yogyakarta.

Begitu juga Gunungkidul juga sudah menyiapkan tempat isolasi mandiri. Mereka memiliki balai yang bisa dipakai untuk mengisolasi warganya yang rapid tesnya negatif.

“Rapid test kita ada 3 ribuan yang di kabupaten ada seribuan. Stok kita aman,” kata Sultan.


Editor : Kuntadi Kuntadi