Pandemi Covid-19 Munculkan Permasalahan Lingkungan Hidup

Kuntadi ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 13:29:00 WIB
Pandemi Covid-19 Munculkan Permasalahan Lingkungan Hidup
Ilustrasi limbah (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pandemi Covid-19 telah memunculkan permasalahan lingkungan hidup, dengan meningkatnya penggunaan masker, hand sanitizer, disinfektan hingga alat pelindung diri (APD). Sampah ini harus dibuang sesuai protokol kesehatan agar tidak mengganggu lingkungan.

“Penggunaannya meningkat, sehingga masalah lingkungan juga muncul,” ujar Dosen dan Peneliti Lingkungan FMIPA UGM, Suherman, Rabu (27/5/2020).

Untuk penggunaan hand sanitizer tidak banyak masalah, karena bahan utamanya alkohol. Alkohol memiliki sifat volatile sehingga mudah menguap ke udara menjadi fasa gas. Namun berbeda dengan masker dengan bahan fiber ataupun kertas.

Masker bekas merupakan sampah nondaur ulang sehingga harus dibuang atau diolah di tempat pengelolaan sampah (TPS). Pengolahan dilakukan dengan metode yang benar seperti insenerator atau pirolisis (perlakukan termal tanpa oksigen).

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) No.56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, maka limbah masker dikategorikan sebagai limbah medis yang membutuhkan penanganan khusus. Keberadaan masker bekas di lingkungan memunculkan risiko kesehatan akibat bakteri dan virus yang terbawa di sampah masker tersebut.

“Masker bekas yang terkena hujan, maka bakteri dan virus masuk ke badan air dan sumber air minum konsumsi masyarakat,” katanya.

Penggunaan disinfektan di lingkungan kerap dijumpai diberbagai fasilitas publik seperti dalam gedung sekolah, tempat ibadah, hingga jalan raya dan area pemukiman. Saat musim penghujan seperti saat ini, pemakaian disinfektan yang berlebihan berpotensi menjadi problem lingkungan karena akan tersapu oleh air hujan yang datang.

Larutan disinfektan umumnya terdiri dari belzalkomium klorida, hipoklorit, fenol ataupun hidrogen peroksida. Biasanya larutan ini ditemukan di pasaran dalam bentuk cairan pembersih lantai. Bahan kimianya tidak hanya membutuh bakteri dan virus penyakit yang berbahaya bagi manusia, tetapi juga membunuh mikroorganisme lain yang berperan penting pada siklus nutrien di tanah.

“Ini juga bisa berdampak pada kesuburan tanah dan tanaman,” ujarnya.

Adanya pembatasan aktivitas masyarakat juga menimbulkan permasalahan persampahan. Sampah dan limbah rumah tangga akan melonjak akibat konsentrasi penduduk yang terisolasi di rumah.


Editor : Kuntadi Kuntadi