get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

Pandemi Covid-19, Pelajar SMP di Gunungkidul Sukses Beternak Kelinci Beromzet Jutaan rupiah

Rabu, 22 September 2021 - 09:36:00 WIB
Pandemi Covid-19, Pelajar SMP di Gunungkidul Sukses Beternak Kelinci Beromzet Jutaan rupiah
Genthur Ramadhani menunjukkan kelinci yang dia ternakkan di rumahnya. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gunungkidul Genthur Ramadhani (15) berhasil membudidayakan kelinci di tengah masa pandemi Covid-19. Kini setiap bulannya dia mendapatkan omzet hingga mencapai jutaan rupiah.

Budi daya kelinci mulai ditekuni Genthur sejak awal masa pandemi Covid-19. Memanfaatkan sekolah daring yang membuatnya lebih banyak berada di rumah, dia tertarik memelihara kelinci. Padahal saat itu teman-temannya lebih memilih bermain game online.  

Warga Pedukuhan Banaran 9, Kalurahan Banaran, Playen yang baru duduk di kelas IX SMP ini, awalnya hanya membeli sepasang kelinci indukan. Belajar dari Youtube, di memelihara kelinci itu di rumahnya. Kini Genthur memiliki 25 pasang kelinci indukan dan 90 anakan yang siap untuk dijual, baik untuk peliharaan ataupun diambil dagingnya.  

“Awalnya hanya sepasang, sekarang sudah banyak dan saya jual baik indukan juga anak-anaknya,” katanya, Rabu (22/9/2021). 

Setiap tiga bulan, Genthur mengaku bisa menjual hingga 100 ekor dengan omzet sekitar Rp12 juta. Setiap bulannya dia bisa menabung minimal Rp2 juta yang telah dibelikan sepeda motor dan handphone. 

“Kelinci yang saya pelihara dari jenis Hyla dan New Zealand,” katanya.

Menurutnya perawatan kelinci ini cukup mudah, hanya diletakkan di dalam kandang. Kelinci ini cukup diberi makanan berupa rumput, sayuran berupa wortel, sawi dan aneka sayuran lain yang banyak dijual pedagang di pasar. 

Selain menjual kelinci, Genthur juga mengumpulkan urine kelinci untuk pupuk cair. Setiap liternya dijual dengan harga Rp5.000. Padahal setiap harinya bisa mengumpulkan antara 5-15 liter. 

“Biasanya ada pengepul yang mengambil urinenya atau petani untuk pupuk,” katanya. 

Orang tua Genthur, Sumanta sangat mendukung usaha yang digeluti anaknya. Apa yang dia lakukan tidak menghalangi belajarnya secara online. Bahkan dia telah berhasil membantu ekonomi keluarganya.   

“Kami sangat mendukung, yang penting sekolah nomor satu dan selalu jujur kepada siapapun,” katanya.

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut