Pasien Tidak Jujur, 53 Tenaga Medis RSUP Dr Sardjito Harus Dites Swab Massal
SLEMAN, iNews.id – Sebanyak 53 tenaga medis hingga petugas kebersihan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta menjalani tes swab. Pemeriksaan ini menyusul adanya keluarga pasien yang tidak jujur memberikan informasi mengenai Covid-19.
“Tes swab telah dilakukan Senin dan Selasa lalu, ada 53 orang,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta Banu Hermawan, Kamis (30/4/2020).
Tes swab massal ini melibatkan para dokter, perawat, pramu husada hingga petugas kebersihan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Hasilnya pada Rabu (29/4/2020) telah keluar, 41 sampel negatif dan sisanya menunggu proses.
Banu berharap tidak ada stigma negatif bagi penderita Covid-19. Stigma negatif akan memperburuk bagi penderita dan kondisi penanganan secara komprehensif. Pasien juga harus jujur tentang diri dan lingkungannya untuk memperlancar tim medis mengambil tindakan pengobatan.
“Kita swab karena ada keterangan yang terlambat disampaikan oleh keluarga pasien kepada tim medis saat menjalani rawat inap,” tutur Banu.
Kejadian ini berawal saat ada pasien yang menjalani rawat inap dengan keluhan penyakit bawaan. Saat awal pasien masuk, tim medis telah melakukan rapid test terhadap pasien tersebut dan hasilnya negatif.
Pasien ini pun ditempatkan di bangsal umum bukan di ruang isolasi. Dalam perawatan, pasien ditunggu oleh suaminya.
Selang beberapa hari, anak dari pasien menceritakan kalau bapaknya masuk ke rumah sakit di Sleman. Dari hasil rapid test dan swab test, pasien dinyatakan positif menderita Covid-19. Sebelumnya, ayahnya pernah satu mobil dengan pasien positif.
“Pasien itu kemudian dilakukan rapid test kedua dan hasilnya reaktif. Hasil swab juga positif dan langsung dipindah ke ruang isolasi,” tutur Banu.
Banu mengatakan, RSUP Dr Sardjito dalam menjalankan perawatan telah menggunakan prosedur yang ketat. Terutama menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan prosedur sterilisasi mandiri dan cuci tangan.
Swab massal terpaksa dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan bentuk perlindungan kepada petugas medis. Sebab kalau banyak tenaga medis yang terinfeksi, masyarakat akan kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Kami minta gunakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dengan sabun,” katanya.
Pihak rumah sakit juga memastikan pasien rutin rawat jalan di RSUP Dr Sardjito tetap aman melakukan pemeriksaan maupun kontrol. Setiap pengunjung akan dilakukan screening awal dengan mendeteksi suhu tubuh, batuk pilek dan riwayat bepergian.
Editor: Nani Suherni