Paslon Pilkada Bantul Enggan Kampanye Daring karena Dinilai Tidak Efektif

Kuntadi ยท Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:45:00 WIB
Paslon Pilkada Bantul Enggan Kampanye Daring karena Dinilai Tidak Efektif
Ilustrasi Pilkada serentak 2020. (Foto: Antara)

BANTUL, iNews.id – Dua pasangan bupati dan wakil bupati yang bertarung dalam Pilkada Bantul 2020 enggan menggunakan kampanye daring (online). Mereka memandang kampanye itu tidak efektif untuk menggaet dukungan dari masyarakat.

Sekretaris Tim Pemenanganan paslon nomor urut 1 Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo, Rajut Sukasworo mengatakan sejak kampanye dibuka mereka memilih kampanye langsung. Selama delapan hari tidak ada satu pun yang menggunakan kampanye daring seperti yang disarankan KPU dan Bawaslu Bantul.

“Sasarannya siapa coba. Itu justru tidak efektif menambah pemilih,” kata Rajut kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Rajut mengatakan, kampanye merupakan upaya untuk menarik simpati dan dukungan massa. Sementara kampanye online pasti akan membebani warga. Mereka harus mengeluarkan biaya untuk kuota internetnya.

“Pastilah masyarakat juga enggan kalau harus kehilangan kuota internetnya,” katanya.

Secara teknologi, tim nomor satu ini sudah siap. Termasuk punggawa yang akan mengurusi kampanye secara online. Tim ini hanya mengurusi kampanye lewat media sosial (medsos) yang efektivitasnya hanya 40-an persen saja.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan paslon nomor urut 2, Suharsono-Totok Sudarto, Darwinto. Menurutnya kampanye daring pada pelaksanaan di lapangan sangat sulit dan tidak efektif.

“Kampanye itu untuk menarik orang yang belum punya pilihan untuk memilih paslon yang kami usung. Jadi kampanye daring ini hanya konsep diawang-awang saja,” katanya.

Kampanye daring yang ditawarkan hanya cocok untuk kader militan. Hanya saja tanpa ada kampanye mereka pasti akan memilih dan mendukung. Hal itu berbeda bagi warga yang belum memiliki pilihan. Namun mereka justru akan terbebani dengan biaya internet

“Mana mau masyarakat keluar duit hanya untuk mendengarkan kampanye,” kata Darwinto.

Sejak masa kampanaye dibuka, mereka lebih mengoptimalkan kampanye tatap muka dengan jumlah peserta terbatas. Mereka juga memperbanyak alat peraga kampanye‎ agar masyarakat mengetahui visi dan misi paslon.

Editor : Kuntadi Kuntadi