Pembukaan Pariwisata DIY Tunggu Rekomendasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Antara ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 09:58 WIB
Pembukaan Pariwisata DIY Tunggu Rekomendasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Ilustrasi (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id - Pembukaan kembali pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Hingga ini, Dinas Pariwisata DIY terus memperhatikan kesiapan pengelola wisata.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, untuk membangun kesiapan menyongsong era normal baru, tempat wisata penambahan fasilitas kebersihan. Peningkatan kualitas SDM pariwisata juga diupayakan melalui pelatihan marketing, visitor manajemen, hingga pemanduan secara daring.

"Berkaitan dengan kapan dibukanya destinasi wisata di DIY tentunya akan memperhatikan kesiapan baik destinasi maupun SDM dan melihat situasi kondisi perkembangan Covid-19 serta setelah mendapat rekomendasi dari tim gugus tugas," kata Singgih melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2020).

Selain itu, lanjut Singgih, standar operasional prosedur (SOP) tengah disiapkan mencakup standar protokol kebersihan, dan kesehatan. Kemudian, keamanan untuk akomodasi, restoran, transportasi, destinasi hingga event.

"Sebagai contoh di hotel pada saat wisatawan menginap, prosedur apa saja yang harus di ikuti, pengecekan suhu badan, penggunaan masker, penanganan kamar setelah tamu check out, termasuk transportasi, daya tampung mobil menyesuaikan protokol physical distancing, serta penyediaan hand sanitizer," katanya.

Dispar DIY juga telah menyiapkan informasi berupa konten video berisi serangkaian kegiatan persiapan di destinasi atau desa wisata. Pemerintah juga memberikan stimulus pemasangan wastafel di 50 destinasi atau desa wisata di DIY dengan pola padat karya masyarakat.

"Secara prinsip bahwa pada saat ini kami membantu bagaimana destinasi dan pelaku usaha pariwisata dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu dan meyakinkan wisatawan memperoleh jasa dan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan," ucapnya.


Editor : Nani Suherni