Pemilik Kos di Yogyakarta Diminta Tak Ragu Minta Surat Sehat ke Penghuni

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 09:03 WIB
Pemilik Kos di Yogyakarta Diminta Tak Ragu Minta Surat Sehat ke Penghuni
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (Foto: Antara/Eka AR)

YOGYAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota Yogyakarta mengingatkan para pemilik rumah kos untuk memantau kedatangan penghuni. Mereka juga diminta tidak ragu menagih surat keterangan sehat dari penghuni yang sudah kembali ke Yogyakarta.

“Di kos juga sama, akan dimintai keterangan sehat. Kami sudah memberikan imbauan ke pemilik kos untuk memeriksa mahasiswa yang sudah kembali ke pondokan agar menunjukkan surat sehat,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, sudah ada mahasiswa dari luar daerah, khususnya tingkat akhir yang kembali ke Yogyakarta untuk menyelesaikan pendidikan. Mereka mengerjakan skripsi atau menunaikan tugas praktik lapangan.

“Dengan adanya mahasiswa dari luar daerah yang masuk ke Yogyakarta, tentunya kami pun harus melakukan upaya pencegahan potensi penularan virus corona, salah satunya mewajibkan mereka menunjukkan surat sehat atau hasil rapid test,” katanya.

Selain itu, isolasi mandiri pun perlu dilakukan supaya memastikan bahwa mahasiswa dari luar daerah tersebut dalam kondisi kesehatan yang baik. Sedangkan bagi pemilik kos, juga diminta untuk segera membawa penghuni ke layanan kesehatan apabila mengalami atau menunjukkan gejala sakit.

“Untuk kampus, juga sudah diminta untuk bisa menyiapkan satu atau dua ruang yang bisa digunakan untuk keperluan isolasi bagi mahasiswa luar daerah yang datang,” ucapnya.

Heroe mengatakan berbagai persyaratan dan aturan tersebut menjadi persyaratan umum yang wajib dipenuhi warga dari luar daerah yang akan kembali beraktivitas di Kota Yogyakarta. Kebijakan itu termasuk bagi wisatawan maupun pelajar yang hendak mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di Yogyakarta.

“Yang perlu dilakukan sekarang saat masyarakat mulai menjalankan kembali berbagai aktivitasnya adalah penerapan protokol pencegahan secara disiplin, baik oleh warga itu sendiri dan seluruh tempat pelayanan umum, perkantoran, dan lainnya,” katanya.

Sedangkan untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta, lanjut Heroe, tidak pernah terjadi penambahan dalam jumlah yang signifikan.

“Penambahannya tidak terjadi dalam gelombang besar, tetapi sedikit demi sedikit,” katanya.

Berdasarkan data coronajogjakota.go.id hingga Kamis (23/7/2020) pukul 12.00 WIB total pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak tujuh orang, 38 sembuh, dan dua meninggal dunia.


Editor : Nani Suherni