Pemkab Gunungkidul Pasang Pemantau Cuaca untuk Para Nelayan

Antara ยท Minggu, 01 September 2019 - 08:39 WIB
Pemkab Gunungkidul Pasang Pemantau Cuaca untuk Para Nelayan
Nelayan terancam gelombang tinggi saat akan melaut. (Foto: Dok iNews).

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta (DIY), memasang alat pemantau cuaca untuk nelayan. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kondisi cuaca sebelum berencana pergi melaut.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pemasangan alat pemantau cuaca tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kedeputian BMKG dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY.

"Pemasangan alat pemantau cuaca ini berguna bagi nelayan untuk mengetahui kondisi cuaca sebelum mereka berencana pergi berlayar," kata Eddy kepada wartawan di Kabupaten Gunungkidul, DIY, Minggu (9/1/2019).

BACA JUGA: Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Kulonprogo, Nelayan dan Pemancing Ikan Tiarap

Dia mengatakan, alat pemantau cuaca ini akan memberikan transformasi data dan informasi perkiraan cuaca atau iklim, khususnya daerah maritim berupa media digital.

Alat pemantau cuaca dipasang di kawasan Pelabuhan Sadeng, Songbanyu, Girisubo. Pemasangan deteksi pemantau cuaca dilakukan sejak 2018, berupa videotrone, display diatur setiap enam jam sekali.

"Prakiraan cuaca maritim itu mampu memprediksi cuaca hingga enam hari ke depan. Alat tersebut mendeteksi tinggi gelombang, dan kecepatan angin,” katanya.

Seperti diketahui, sekarang kondisi cuaca terbilang ekstrem, sehingga nantinya alat tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi para nelayan sebelum memulai aktivitas di laut.

BACA JUGA: Peringatan Dini BMKG Potensi Gelombang Tinggi Air Laut di Perairan Indonesia

"Ke depan alat canggih pemantau cuaca ini bisa menjadi media edukasi bagi masyarakat sekitar," katanya.

Sementara itu, seorang nelayan Sunardi mengaku terbantu dengan adanya alat prakiraan cuaca maritim. Berprofesi sebagai pencari rezeki di laut, pihaknya tentu menghendaki informasi terbaru mengenai kondisi cuaca.

"Sebab tidak hanya satu hari dua hari kami melaut bisa sampai sepuluh hari. Kalau kondisi cuaca tidak bersahabat, pasti berbahaya," kata Sunardi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal