Penerbangan di YIA Semakin Ramai, Rute Internasional Mulai Dibuka

Kuntadi ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 15:40 WIB
Penerbangan di YIA Semakin Ramai, Rute Internasional Mulai Dibuka
Sejumlah penumpang dari Malaysia yang tiba di Bandara YIA menjalani pemeriksaan. (Foto : Humas Bandara YIA)

KULONPROGO, iNews.id – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) semakin ramai. Jika pada awal April hanya ada dua penerbangan kini sudah mencapai 36 penerbangan per hari. Mulai hari ini penerbangan internasional juga sudah dimulai.

“Sebulan ini naiknya cukup signifikan, penerbangan sampai 36 per hari,” kata Pelaksana Tugas General Manager Bandara YIA, PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, Rabu (8/7/2020).

Jika awalnya hanya puluhan penumpang, saat ini setiap harinya penumpang yang berangkat dan tiba di YIA sudah mencapai 2.500 hingga 3.000 orang. Peningkatan ini tidak lepas dari pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman menggunakan transportasi udara, meski persyaratannya ketat.

“Penumpang wajib memiliki surat bebas Covid-19 minimal hasil rapid test,” kata Pandu.

Jumlah maskapai yang beroperasi juga semakin bertambah. Di awal masa Covid-19 hanya Citilink dan Garuda saja. Saat Ini maskapai penerbangan yang beroperasi bertambah dengan kehadiran Lion Air, Wings Air maupun Sriwijaya dan Air Asia.

“Hari ini Air Asia mulai terbang dari Kualalumpur ke YIA dan kembali ke sana. Ke depan juga akan ada penerbangan ke Singapura,” katanya.

Pandu mengatakan, penerbangan internasional ini sedianya akan dilakukan pada bulan September mendatang. Namun maskapai memutuskan lebih cepat dan maju, karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Di samping itu, penerapan protokol kesehatan di bandara sangat ketat agar tidak ada penularan kasus baru.

Setiap penumpang internasional wajib mengantongi surat bebas Covid-19 dengan hasil tes PCR. Begitu tiba di Bandara YIA, dokumen itu masih akan diperiksa secara ketat. Aturan yang sama juga diterapkan bagi penumpang yang hendak terbang ke Malaysia.

“Kita masih fasilitasi dengan rapid test di bandara bersama rumah sakit. Harganya sudah semakin turun, sekitar Rp150.000,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi