Pengunggah Video Kucing Mati setelah Dicekoki Ciu di Sleman Beri Klarifikasi

Kuntadi ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 17:59:00 WIB
Pengunggah Video Kucing Mati setelah Dicekoki Ciu di Sleman Beri Klarifikasi
Pemilik akun Azzam_cancel saat mengklarifikasi video kucing dicekoki ciu yang viral di media sosial. (Foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id – Pria yang diduga mencekoki kucing dengan minuman keras jenis ciu hingga tewas di Sleman memberikan klarifikasi setelah videonya viral di media sosial.

Dalam klarifikasinya yang diunggah @merapi-news, Azzam yang ditemani seorang pria menjelaskan, awalnya kucing jenis Persia itu keracunan setelah memakan tikus yang terkena jebakan.

“Kucing kuwi mangan kuwi mau (tikus), racun. Mangkane kuwi tak kei banyu klopo. Kuwi kanggo ngantisipasi, tapi rak ketulung. Akhire tetep mati. (Kucing itu makan tikus yang kena racun, kucingnya ikut keracunan juga. Akhirnya saya kasih air kelapa untuk antisipasi, tapi tidak tertolong. Tetep mati),” kata Azzam.

Video klarifikasi itu sudah dilihat 1 juta lebih dan diretweet 388 kali. Azzam diketahui merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Polisi Yulianto mengatakan, kasus video kucing tewas dicekoki ciu yang viral di media sosial masih diselidiki.

Petugas juga sudah mendatangi lokasi kejadian di sebuah kafe yang ada di wilayah Kalasan, Sleman. “Kejadiannya ada di Kalasan, dan Kapolsek sudah mengecek,” kata Yulianto, Kamis (17/10/2019).

Menurut Yulianto, saat didatangi petugas, pemilik akun Twitter yang mengunggah video kucing tersebut tidak berada di tempat. “Sejak semalam, dia pulang ke Tuluagung, Jawa Timur. Informasinya, dia pulang pada pukul 20.00 WIB. Sedangkan video tersebut di-upload pagi tadi,” katanya.

Yulianto mengatakan, hingga kini belum bisa memastikan apakah pemilik akun tersebut hanya mengunggah atau ikut terlibat langsung mencekoki minuman keras ke kucing.

Jika ikut terlibat, kata dia, perbuatan menyiksa hewan sampai mati bisa dipidan dan dijerat Pasal 302 KUHP.

“Kalau terbukti melakukan penganiayaan terhadap hewan sampai mati bisa dipidana dengan ancaman maksimal 9 bulan penjara,” kata Yulianto.

Editor : Kastolani Marzuki