Pengunjung Mulai Meningkat, Zonasi Malioboro Masih Disempurnakan

Agregasi Harianjogja ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 08:50 WIB
Pengunjung Mulai Meningkat, Zonasi Malioboro Masih Disempurnakan
Pengunjung memasuki area Malioboro, Yogyakarta (Foto: Dok Pemkot Yogyakarta)

YOGYAKARTA, iNews.id - Pembatasan kapasitas pengunjung Malioboro dalam lima zona terus dimatangkan. Hingga ini pengunjung di lokasi tersebut terus meningkat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto menjelaskan tiap-tiap perbatasan zona akan dijaga petugas. Para petugas selanjutnya akan mengecek jumlah pengunjung tiap waktunya untuk menentukan apakah pengunjung boleh masuk atau berpindah ke suatu zona.

Ekwanto menjelaskan, petugas akan dibekali plang kode QR sehingga saat pengunjung masuk atau berpindah zona akan terdata. Batas antara satu zona dan lainnya tidak ditandai dengan pagar pembatas.

Pertimbangan nilai estetika membuat batas zona akan ditandai dengan adanya petugas dengan plang kode QR. Sementara itu kode QR selain terpampang dengan plang, juga berbentuk stiker yang dipasang pada lantai pedestrian.

Menyikapi adanya pengunjung yang enggan memindai kode QR dengan beragam alasan, Ekwanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada orang yang bersangkutan.

"Karena untuk mengetahui volume (pengunjung) yang ada (di Malioboro), kita upayakan mau lah (mereka), kami edukasi baik-baik," ujarnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan saat pengunjung berpindah dari satu zona satu ke zona lainnya, maka otomatis pada data terdapat pengurangan jumlah pengunjung di zona sebelumnya dan penambahan pengumuman di zona selanjutnya. Sistem ini lah yang terus dipantau untuk menentukan boleh tidaknya masuk ke kawasan Malioboro.

"Jadi begitu masuk Malioboro scan QR, (pengunjung) itu tercatat masuk satu zona, selama berada dalam zona itu akan tercatat," ucap Heroe.

Selama belum ada pengurangan atau perpindahan pengunjung, maka pengunjung lainnya terpaksa menunggu. Terkait bila ditemukan pengunjung yang perangkat telepon genggamnya tidak mendukung kode QR, Heroe mengatakan pendataan bisa dilakukan via sms. Sementara bila tidak membawa atau memiliki ponsel maka pengunjung yang bersangkutan akan didata dengan bantuan petugas Jogoboro.

"Jadi intinya di masa transisi ini, ketika masalah Covid-19 masih menjadi ancaman maka protokol Covid-19 harus ditegakkan dengan disiplin," ujarnya.

Dari catatan yang masuk, semenjak kurang lebih sepekan diterapkan kode QR setiap hari terdapat 500-600 pengunjung masuk kawasan Malioboro. Sementara itu pada Sabtu (20/6/2020) dilakukan transisi sistem baru yang sebelumnya data dikelompokkan oleh Kominfo akan dialihkan Ke Dinas Pariwisata Kota Jogja.

"Masih rendahnya kunjungan itu tidak lepas dari masalah kondisi yang memang masih masa pandemi," ujar Heroe.

Dia menambahkan masyarakat masih belum banyak melakukan aktivitas ke tempat publik. Hal itu juga menurut Heroe menunjukkan layanan dan fasilitas publik harus segera membangun kesiapan protokol Covid-19 menuju new normal.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Zonasi Malioboro Masih Disempurnakan"


Editor : Nani Suherni