Petani Kulonprogo Tetap Tanam Cabai meski Harga Anjlok

Antara ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 16:37 WIB
Petani Kulonprogo Tetap Tanam Cabai meski Harga Anjlok
Petani cabai lahan pantai di Kabupaten Kulonprogo mempertahankan tanaman cabai meski harga cabai anjlok. (Foto: Antara/Sutarmi)

KULONPROGO, iNews.id - Petani lahan pantai di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap mempertahankan tanaman cabai meski harga komoditas itu Rp5.000-6.000 per kilogram. Harga tersebut di bawah biaya produksi dan perawatan sebesar Rp11.000 per Kg .

Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Sukarman di Kulonprogo, mengatakan beberapa waktu lalu, ada oknum petani yang mencabut tanaman cabai karena kecewa harga cabai sangat rendah. Namun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugraha langsung turun ke lapangan untuk melarang dan meminta petani mempertahankan tanaman cabai.

"Kami menyadari kondisi seperti ini memang tidak menguntungkan, tapi kami tetap berkomitmen mempertahankan tanaman cabai kami," kata Sukarman.

Dia mengatakan pada Selasa (16/6/2020), harga cabai di tingkat petani hanya Rp5.000 per kilogram untuk kualitas kedua dan kualitas pertama Rp6.000 per kilogram. Seperti ketahui biaya perawatan dan produksi sebesar Rp11.000 per kilogram.

"Kalau harga cabai berkisar Rp5.000 per kilogram hingga Rp6.000 per kilogram, petani menangis. Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak panen perdana hingga saat ini," katanya.

Sukarman mengatakan produksi cabai sepanjang lahan pantai dari Trisik (Galur) sampai Karangwuni (Wates) berkisar 50 ton hingga 60 ton per hari. Serapan cabai di wilayah DIY hanya berkisar lima ton per hari. Pangsa pasar cabai Kulonprogo mayoritas ke Jakarta, Jawa Barat, Semarang dan Sumatera.

Namun karena wabah Covid-19, serapan cabai dari wilayan itu mengalami penurunan drastis. Wilayah tersebut memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menyebabkan pasar, rumah makan, dan hotel banyak yang tutup. Hal ini juga menyebabkan harga cabai anjlok.

"Kondisi seperti ini membuat petani cabai lahan pasir menjadi dilematis. Mempertahankan tanaman cabai merugi, kalau dijual harganya rendah. Kami hanya bertahan dan berkomitmen, semoga pemkab memberikan solusi atas permasalahan ini," katanya.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati meminta petani tetap mempertahankan tanaman cabai, meski harga sangat rendah. Dia memahami kondisi batin petani lahan pantai dan meminta mereka tetap bersabar.

"Kami hanya bisa berharap petani cabai tetap sabar dan mempertahankan tanaman cabai sebagai bakti kepada ibu pertiwi," kata Akhid.


Editor : Nani Suherni