Petugas Terlambat, Operasi Pasar Gula Pasir Malah Picu Kerumunan Pembeli
KULONPROGO, iNews.id – Operasi pasar gula pasir yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kulonprogo bekerjasama dengan Bulog Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kantor Kelurahan Wates, diwarnai antrean panjang. Keterlambatan petugas memicu kerumunan warga.
“Itu maksudnya pemerintah bagaimana. Malah mengundang kerumunan orang dan tidak ada physical distancing,” kata warga yang ikut antre Prasetyo, Rabu (24/4/2020).
Beruntung kondisi ini bisa diredam TNI-Polri yang datang di lokasi. Warga diminta untuk membuat antrean dan tidak berdesak-desakan. Tidak hanya itu, warga juga harus menjaga jarak dan wajib mengenakan masker. Tanpa menggunakan masker, pembelian tidak akan dilayani.
“Tadi sempat ada antrean, karena datangnya terlambat. Setelah itu semuanya bisa diatur,” kata Lurah Wates Bambang Sunartito.
Operasi pasar ini menyediakan gula pasir dengan harga Rp12.500 per kilogram. Harga ini jauh dibawah harga pasar yang mencapai Rp17.000. Ada 1,5 ton dan dibagi dua di Kalurahan Wates dan di Kapanewon Wates. Tim juga menyediakan beras dan minyak goreng, namun harganya normal.
“Untuk gula pasir hanya dibatasi 2 kilogram,” ujarnya.
Salah seorang warga, Andri Astuti mengaku harus antre hampir satu jam. Awalnya warga yang datang cukup banyak. Sesuai pengumuman, operasi pasar harus dimulai pukul 10.00 WIB. Namun tim datang terlambat setelah banyak warga antre.
“Hampir satu jam antre, timnya datang terlambat,” katanya.
Menurutnya dia hanya membeli gula pasir saja. Harganya dirasakan lebih murah dari harga yang ada di pasaran, yang mencapai Rp17.000. Sedangkan beras untuk kemasan 5 kilogram ditawarkan Rp60.000 dan minyak ukuran 1 liter dijual Rp12.500.
“Beras sama minyak sama dengan harga pasar. Kalau harganya dibawah saya pasti beli,” ujarnya.
Editor: Nani Suherni