Polres Kulonprogo Canangkan Pembangunan Zona Integritas Bebas Korupsi

Kuntadi ยท Rabu, 27 Februari 2019 - 15:13:00 WIB
Polres Kulonprogo Canangkan Pembangunan Zona Integritas Bebas Korupsi
Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menandatangani pencanangan pembangunan zona integritas WBK dan WBBM. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.idPolres Kulonprogo mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas Korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), Rabu (27/2/2019). Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui pelayanan yang profesional.

Komiten pencanangan pembangunan zona integritas ini ditandatangani Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Acara juga dirangkaikan dengan pembacaan ikrar dari seluruh polisi di halaman Mapolres Kulonprogo.

“Mulai hari ini kami canangkan wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM)," ujar Kapolres.

Dia mengungkapkan, komitmen bersama ini didasarkan keputusan Polda DIY. Di mana ditetapkan, seluruh satuan kerja di jajaran Polda DIY bebas korupsi dan birokrasi bersih.

Menurutnya, komitmen untuk mewujudkan tata kelola yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan. Namun harus diwujudkan seluruh anggota dengan memberikan pelayanan yang prima.

Setidaknya ada tiga pelayanan yang menjadi ujung tombak pelayanan berintegritas ini. Yakni pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan laporan polisi di Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).

"Tiga layanan ini setiap hari berhubungan dengan masyarakat sehingga harus ada pelayanan yang baik dan bebas korupsi," katanya.

Dia menegaskan, akan menindak tegas jika ada oknum anggota yang melanggar sesuai aturan perundangan maupun kode etik kepolisian.

"Setiap pelayanan harus prima dan tidak boleh malas. Setiap anggota harus siap mengikuti perubahan menuju polisi yang profesional. Kalau ada yang tidak puas, masyarakat silahkan melapor," tuturnya.

Editor : Donald Karouw