Presiden Rusia Sebut Rudal Patriot AS sebagai Senjata Tua
MOSKOW, iNews.id - Amerika Serikat (AS) segera mengirim sistem pertahanan udara rudal Patriot ke Ukraina. Senjata canggih ini akan digunakan untuk melawan Rusia.
Bukannya takut dengan senjata ini, Presiden Rusia Vladimir Putin justru 'mengejek' senjata andalan AS itu. Putin menyebut jika rudal patriot yang akan dikirim AS ke Ukraina cukup tua.
Rudal Patriot ini tidak akan berfungsi seperti sistem pertahanan udara Rusia S-300. "Oke, kami akan memperhitungkan ini dan kita akan temukan cara menandinginya," ujarnya Kamis (23/12/2022).
Vladimir Putin meyakini jika senjata Rusia dapat melawan rudal patriot AS.
Di tempat terpisah juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut jika penyebaran sistem Patriot di Ukraina tidak kondusif untuk penyelesaian konflik.
"Ini tidak dapat mencegah Federasi Rusia mencapai tujuannya selama operasi militer khusus," ucap Dmitry Peskov.
Pemerintah AS telah mengumumkan tambahan bantuan militer senilai 1,85 miliar dolar AS untuk militer Ukraina. Bantuan itu juga termasuk sistem pertahanan udara canggih rudal Patriot.
Juru bicara Gedung Putih, John Kirby menyebut jika Putin sama sekali tidak menunjukkan indikasi bahwa dia bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri perang.
"Semua yang dia (Putin) lakukan di darat dan udara menunjukkan seorang pria yang ingin terus melakukan kekerasan terhadap Ukraina (dan) meningkatkan perang," ujar Kirby kepada wartawan.
Sebelumnya Rusia telah berulang kali mengatakan terbuka untuk negosiasi. Namun di sisi lain Ukraina dan sekutunya mencurigai taktik itu untuk mengulur waktu saja.
Editor: Ainun Najib