Proyek Nasional Hadir di Kulonprogo, Gabpeknas: Saatnya Anak Muda Ikut Membangun

Kuntadi ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 18:46 WIB
Proyek Nasional Hadir di Kulonprogo, Gabpeknas: Saatnya Anak Muda Ikut Membangun
Musda I DPD Gabpeknas Kulonprogo di Pendopo Cafe, Wates. (Foto: iNews.id/kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulonprogo menjadi pintu masuk investasi di DIY. Sejumlah proyek strategis nasional akan segera hadir. Generasi muda harus siap terlibat dalam pembangunan di Kulonprogo.

“Generasi milenial harus ikut menekuni usaha jasa konstruksi. Banyak proyek berskala besar di Kulonprogo yang harus diraih, untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gabpeknas) Kulonprogo, Fitroh Nur Wijoyo Legowo usai terpilih sebagai ketua DPD Gabpeknas Kulonprogo periode 2020-2025, dalam Musyawarah daerah (Musda) I Gabpeknas di Kulonprogo,di Pendopo Cafe, Wates, Kulonprogo, Minggu (12/7/2020).

Setelah bandara YIA dibangun, akan diikuti dengan pembangunan fisik pendukung. Salah satunya proyek jalan tol yang akan menghubungkan Kota Yogyakarta yang masih dalam perencanaan. Sedangkan yang sudah mulai dibangun adalah Proyek Bedah Menoreh yang menghubungkan bandara dengan Candi Borobudur.

“Peluang usaha konstruksi sangat terbuka, pemuda harus aktif jangan hanya menjadi penonton,” kata pria yang menjabat Ketua KNPI DIY ini.

Mensikapi hal ini, sektor usaha konstruksi sangat diperlukan. Organisasi jasa konstruksi sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan daerah. Untuk itulah, mereka siap bekerjasama dengan organisasi yang lain yang sudah hadir lebih dulu.

“Kami akan membangun sinertigas dengan semua pihak sekaligus belajar dengan para senior,” ujarnya.

Penasehat DPD Gabpeknas Kulonprogo, Gendut Minarto mengingatkan kepada anggotanya agar tidak hanya mengandalkan pekerjaan dari pemerintah. Namun mereka harus berinisiatif agar tetap bisa melakukan usaha pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita tunjukkan kemampuan kita dengan memiliki daya saing tinggi tanpa mengabaikan koordinasi dan sinergitas baik dengan pemerintha maupun asosiasi lain,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Gabpeknas DIY Banar Ponijo mengatakan, musda merupakan agenda tertinggi dalam sebuah organisasi. Musda merupakan momentum yang sangat tepat dalam upaya menggairahkan dan menghidupkan serta membawa organisasi ini ke arah perubahan yang lebih baik.

“Gabpeknas Kulonprogo harus lebih meningkatkan kemampuan untuk membangun komunikasi efektif dengan organisasi serupa, masyarakat maupun pemerinta,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi