Puluhan Wisatawan di Pantai Kukup Gunungkidul Disengat Ubur-Ubur

Kismaya Wibowo ยท Senin, 29 Juni 2020 - 12:26 WIB
 Puluhan Wisatawan di Pantai Kukup Gunungkidul Disengat Ubur-Ubur
Seorang wisatawan ditolong Tim SAR setelah tersengat ubur-ubur. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Puluhan wisatawan yang berlibur di Pantai Kukup, Gunungkidul, tersengat ubur-ubur. Akibatnya mereka mengeluhkan perih dan mengalami sesak napas sehingga harus dibantu menggunakan tabung oksigen.

Para wisatawan yang terkena sengatan ini didominasi anak-anak dan remaja. Mereka bermain air di pinggir pantai dan tanpa disadari menyenggol tentakel ubur-ubur. Sengatan ini akan terasa perih dan panas, hingga mengakibatkan sesak napas.

“Tadi kena ubur-ubur warna biru yang mengambang di air,” kata Agus Triyanto, salah seorang wisatawan Minggu (28/6/2020).

Petugas SAR Satlinmas wilayah II Pantai Baron, cukup sigap menangani para wisatawan yang tersengat. Area yang terkena sengatan akan diberikan cairan berupa alkohol. Area ini pun dibiarkan kering agar lukanya cepat sembuh.

Setiap tahun, ubur-ubur yang berbentuk seperti balon warna biru ini muncul di pantai selatan Gunungkidul. Biasanya saat pergantian musim penghujan ke musim kemarau. Tahun ini ubur-ubur mulai tampak pada pekan keempat Juni, sehingga wisatawan diminta untuk lebih berhati-hati.

“Tidak perlu panik kalau tersengat. Kita di POS sudah siapkan alkohol dan ada oksigen,” ujar Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Dimas Surisdiyanto.

Sementara itu, sejumlah objek wisata pantai di Gunungkidul mulai dibuka kembali setelah lebih dari tiga bulan ditutup karena pandemi Covid-19. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, yang ketat. Objek wisata yang telah dibuka yakni Pantai Baron dan Pantai Kukup. Beberapa pantai lainnya masih dalam proses melengkapi sarana pendukung.

Setiap wisatawan wajib memakai masker, dan ada petugas yang mengecek suhu tubuh di pintu masuk. Selama di objek wisata, pengunjung wajib menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.


Editor : Kuntadi Kuntadi