Ratusan Barang Impor hingga Sex Toys Dimusnahkan Bea Cukai Yogyakarta

Kuntadi ยท Senin, 11 Maret 2019 - 15:50:00 WIB
Ratusan Barang Impor hingga Sex Toys Dimusnahkan Bea Cukai Yogyakarta
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B, Yogyakarta, saat memusnahkan ratusan barang impor, Senin (11/3/2019)

SLEMAN, iNews.id – Ratusan barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia dimusnakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B, Yogyakarta Senin (11/3/2019). Beragam barang asal luar negeri seperti sepatu, pakaian, tas, sex toys hingga barang-barang elektronik itu dihancurkan dengan cara dibakar dan dirusak.

Kepala KPPBC Yogyakarta Sucipto mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan ini masuk dalam kategori larangan dan pembatasan. Barang ini dikirim dari luar negeri tanpa disertai dengan dokumen yang lengkap. Pemiliknya juga tidak menyelesaikan mekanisme pembelian barang.

“Sebagian besar barang ini masuk melalui kiriman pos atau bawang bawaan penumpang melalui bandara,” ujar Sucipto di Yogyakarta, Senin (11/3/2019).

Dia mengungkapkan, setidaknya ada 247 item barang bukti hasil penindakan sejak awal 2018. Termasuk 43.460 batang rokok, kosmetik, obat-obatan, kamera, ponsel, sex toys hingga baju bekas dan aneka mainan dengan nilai kerugian negara akibat impor ilegal ini mencapai Rp182,9 juta.

“Sebenarnya kami berikan kesempatan kepada pemilik untuk menyampaikan persyaratan tetapi sampai batas waktu, barang tidak diambil,” katanya.

Sucipto menjelaskan, pembelian barang impor seperti ponsel dan tablet yang melebihi dua unit per pengiriman harus mendapatkan izin sebagai importir yang terdaftar di Kementerian Perdagangan. Hal ini diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012.

Sementara obat-obatan baik obat tradisional ataupun suplemen dan produk pangan olahan juga harus mendapat izin BPOM atau Kemenkes, sesuai aturan Kepala BPOM Nomor 13 tahun 2015 tentang Pengawasan Pemasukan Barang Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia.

Sementara untuk produk pakaian paling banyak 10 potong per kiriman dan barang lain seperti minuman jamu dan mainan maksimal senilai 1.500 dolar AS. Jika nilai harganya lebih dari itu, maka wajib mengantongi izin Kemendag Nomor 61/M-DAG/PER/9/2013.

Wakil Kepala Sentral Pos Yogyakarta Mujiyono menuturkan, kebanyakan produk yang masuk lewat pos berupa pakaian, jam tangan maupun ponsel. Barang ini berasal dari luar negeri dan masuk tanpa dilengkapi dokumen bea cukai. Pihaknya juga sudah berusaha menghubungi pemilik agar melengkapi dokumen dan faktur dalam penentuan biaya. 

“Kami hanya sebatas koordinasi dengan pihak bea cukai dan aparat ketika ada barang-barang yang diindikasikan dilarang,” kata Mujiyono.


Editor : Donald Karouw