Sabu 559 Gram yang Diselundupkan dalam Pembalut Dimusnahkan Polda DIY

Heru Trijoko · Rabu, 30 Mei 2018 - 19:27:00 WIB
Sabu 559 Gram yang Diselundupkan dalam Pembalut Dimusnahkan Polda DIY
Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Wisnu Widarto saat memusnahkan sabu dengan mengisi dalam cairan kemudian di buang ke saluran air. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

SLEMAN, iNews.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memusnahkan narkotika jenis sabu seberat lebih dari setengah kilogram (kg), Rabu (30/5/2018). Sabu yang ditaksir senilai ratusan juta rupiah itu dimusnahkan dengan cara dilarutkan dengan air panas dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan.

Informasi yang dihimpun iNews, barang bukti sabu itu merupakan hasil sitaan penyelundupan narkoba di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Barang bukti sabu itu sebelumnya disita petugas Bea dan Cukai dari wanita berinisial RN (34), seorang penumpang pesawat Air Asia rute penerbangan Kuala Lumpur-Yogyakarta.

Pelaku RN diduga anggota jaringan narkoba internasional. Dia menyembunyikan sabu seberat 559 gram ke dalam pembalut yang dikenakannya untuk mengelabui petugas keamanan bandara setempat.

Dari hasil pengembangan, RN tak sendirian. Petugas Ditresnarkoba DIY yang menindaklanjuti penangkapan kembali mengamankan seorang warga Karawang, Jawa Barat, berinisial CT. Pelaku kedua ditangkap saat hendak mengambil sabu di depan salah satu rumah sakit (RS) di Klaten, Jawa Tengah. Rencananya, sabu itu akan diserahkan ke pemesan yakni seorang napi narkotika di Lapas Karawang.

“Pemusnahan ini sesuai dengan berita acara atas surat yang masuk. Isinya, dalam waktu tujuh hari barang bukti sudah harus dimusnahkan, jika tidak penyidik akan dikenakan sanksi,” ujar Direktur Ditresnarkoba Polda DIY, Kombes Wisnu Widarto.

Sementara kedua pelaku yang telah ditetapkan tersangka harus mempertangungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda Rp10 miliar.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: