Sesumbar Bisa Sembuhkan Covid, Paranormal Langganan PM Sri Lanka Ini Meninggal akibat Corona

Anton Suhartono ยท Jumat, 24 September 2021 - 10:42:00 WIB
 Sesumbar Bisa Sembuhkan Covid, Paranormal Langganan PM Sri Lanka Ini Meninggal akibat Corona
Eliyantha White paranormal kenamaan Sri Lanka yang mengklaim bisa sembuhkan Covid-19 justru meninggal akibat terpapar virus asal China tersebut. (Foto: Peoplephill)

KOLOMBO, iNews.id - Seorang paranormal kenamaan di Sri Lanka mengaku bisa menyembuhkan Covid-19. Namun dia justru meninggal akibat virus yang berasal dari China tersebut Kamis (23/9/2021).

Paranormal bernama Eliyantha White (48) ini mengobati pasien Covid-19 menggunakan air yang diberkahi.

Di Sri Lanka, Eliyantha White sangat terkenal. Pasiennya datang dari para politisi papan atas termasuk Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, serta para atlet. Pada November lalu Eliyantha mengklaim dia bisa mengakhiri pandemi Covid-19 dan negara tetangga India dengan menuangkan air yang diberkahi ke sungai.

Namun Menteri Kesehatan Sri Lanka Pavithra Wanniarachchi yang sempat menjalani pengobatan Eliyantha justru terinfeksi 2 bulan kemudian, bahkan sempat dirawat di ICU. Setelah itu dia diberhentikan sebagai menteri meskipun tetap berada di kabinet.

Keluarga mengatakan Eliyantha menolak divaksin Covid-19. Jenazahnya dikremasi di Kolombo di hari yang sama sesuai aturan penanganan jenazah Covid-19.

Mahinda turut menyampaikan belasungkawa dengan mengatakan peninggalannya akan tetap dikenang.

"Warisannya akan terus hidup melalui semua kehidupan yang dia sentuh dan sembuhkan dari berbagai penyakit," kata Rajapaksa, dikutip dari AFP, Jumat (24/9/2021).

Eliyantha juga sempat menarik perhatian internasional pada 2010 ketika pemain kriket legendaris India Sachin Tendulkar secara terbuka berterima kasih padanya karena telah mengobati cedera lutut.

Dalam wawancara pada 2010, Eliyantha mengklaim dirinya memiliki kekuatan khusus sejak berusia 12 tahun.

Sementara itu kalangan dokter Sri Lanka menyebut Eliyantha sebagai penipu. Kalangan Ayurveda juga menolak klaim perempuan itu, meski dia berdalin menggunakan metode pengobatan tradisi medis India berusia 3.000 tahun.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: