Si Peluru Jamesbon Hadir di Kulonprogo Permudah Layanan Jamkesos

Kuntadi ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 19:40:00 WIB
Si Peluru Jamesbon Hadir di Kulonprogo Permudah Layanan Jamkesos
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kiri) menunjukkan layanan sistem rujukan Si Peluru Jamesbon di Kantor Dinas P3A Kulonprogo, Rabu (15/8/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo meluncurkan Sistem Pelayanan Umum Rujukan Jaminan Kesehatan Sosial Berbasis Online atau disingkat dengan Si Peluru Jamesbon. Sistem ini memperbaiki pelayanan pengurusan Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) menjadi online dan hanya lewat satu pintu.

Sistem ini merupakan inovasi dalam pelayanan dan rujukan kesejahteraan sosial atau dikenal dengan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang diinisiasi Kementerian Sosial. Dengan sistem ini, pengurusan Jamkesos hanya memerlukan waktu satu jam di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kulonprogo. Warga tidak perlu lagi ke ke Yogyakarta.

“Dengan adanya Si Peluru Jamesbon ini, warga Kulonprogo tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi ke Yogyakarta. Kami juga sepakat layanan ini gratis,” kata Kepala Badan Pelayanan (Bapel) Jamkesos Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Siti Badriah saat menghadiri peluncuran “Si Peluru Jamesbon” di Kantor Dinas Sosial P3A Kulonprogo, Rabu (15/8/2018).

Siti mengatakan, pemerintah pusat memberikan kuota sebesar sebesar 1,6 juta untuk DIY. Alokasi itu diperkirakan cukup untuk meng-cover 300.000 masyarakat miskin. Kenyataannya, masih ada warga yang belum ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Karena itu, Bapel Jamkesos masih bertugas memberikan jaminan terhadap masyarakat yang belum ter-cover asuransi kesehatan.

Meski begitu, Bapel Jamkesos lebih fokus untuk menangani para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan dan pengemis, serta anak jalanan. Kemudian, korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA), korban tragedi, penyandang HIV/AIDS, dan difabel, juga menjadi penerima utama Jamkesos.

“Sebagai aparatur pemerintah harus terus memperbaiki layanan kita. Apalagi sasaran yang kita layani memang benar-benar membutuhkan layanan kita bersama. Inovasi juga sudah kami lakukan agar tidak ada penerima yang double asuransinya,” ujar Siti.

Sementara Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengapresiasi inovasi pelayanan publik itu. Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terus berinovasi untuk memajukan layanan dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dengan Si Peluru Jamesbon, layanan kepada masyarakat menjadi cepat, praktis, dan murah,” tuturnya.

Si Peluru Jamesbon diluncurkan oleh Bupati Kulonprogo yang disaksikan Wakil Bupati Kulonprogo Soetedjo. Layanan ini merupakan hasil kerja sama Dinas P3A Kulonprogo, dan Bapel Jamkesos DIY.

Kepala Dinas P3A Kulonprogo Eka Pranyoto mengatakan, dalam pelayanan rujukan SLRT yang di Kulonprogo dinamakan dengan dengan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Peduli, pihaknya juga menempatkan rasa peduli. Tidak hanya peduli kepada masyarakat, namun juga peka terhadap permasalahan, tanggap dan padu dalam berinisiasi, dan lincah serta cakap dalam bertindak.

“Sistem ini sudah online dan hanya lewat satu pintu. Urusan Jamkesos kini hanya memerlukan waktu 1 jam, tanpa perlu ke Yogyakarta,” ujarnya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: