Siswa di DIY Hanya Belajar 3,5 Jam di Sekolah saat New Normal

Agregasi Harianjogja ยท Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:00 WIB
Siswa di DIY Hanya Belajar 3,5 Jam di Sekolah saat New Normal
Ilustrasi new normal di sekolah. (Foto: Antara-Syaiful Arif)

YOGYAKARTA, iNews.id - Penerapan sistem dua shift dan satu bangku satu siswa bagi siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai tidak akan menambah beban sekolah. Dalam hal ini jam belajar siswa di sekolah juga dikurangi, cuma 3,5 jam.

“Biasanya jam pelajaran itu kan tujuh jam, sekarang dibagi menjadi dua sif, masing-masing 3,5 jam. Sehingga lama guru mengajar tetap sama tujuh jam. Yang harus diubah adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Jumat (5/6/2020).

KTSP perlu disesuaikan karena jam pelajaran di sekolah hanya separo dari biasanya. Menurutnya hal ini tidak masalah karena kurikulum nasional hanyalah pedoman, sementara KTSP boleh disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah.

Kendati pelajaran tatap muka hanya 3,5 jam, dia menekankan pembelajaran dilakukan tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah.

“Di sekolah adalah konsultasi siswa kepada guru untuk bisa lebih banyak belajar di rumah. Belajar di rumah harus, tapi anak akan kesulitan kalau tidak pernah tatap muka,” katanya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan dalam menghadapi new normal, sekolah perlu menginventarisir beberapa hal. Bagi guru yang tidak dalam kondisi sehat pun diizinkan tidak ke sekolah.

“Semisal guru mana saja yang bisa masuk, artinya dari sisi Kesehatan tidak masalah. Begitu pula dengan sekolah diwajibkan memiliki fasilitas cuci tangan,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Belajar di Sekolah Cuma 3,5 Jam, Ini Aturan Pendidikan di DIY Saat New Normal"


Editor : Nani Suherni