Sumbang 44 Kasus Covid-19, Klaster Indogrosir Jadi yang Terbesar di DIY

Heru Trijoko ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 13:30 WIB
Sumbang 44 Kasus Covid-19, Klaster Indogrosir Jadi yang Terbesar di DIY
Pusat perbelanjaan Indogrosir di Jalan Magelang, Sleman ditutup sementara menyusul hasil RDT yang menyatakan 27 karyawan reaktif corona. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.idKlaster Indogrosir menjadi klaster terbesar penyebaran Covid-19 dengan menyumbang 44 dari 228 kasus positif Covid-19 di Dareah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masyarakat tetap diminta waspada dan menjalankan protokol kesehatan.

“Klater Indogrosir menjadi yang terbesar di DIY dengan 44 kasus yang tersebar di seluruh DIY,” ujar Koordinator Tim Respons Covid-19, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad, Jumat (29/5/2020).

Pasien Covid-19 dari Klaster Indogrosir, didominasi para karyawan. Dinas Kesehatan Sleman dan Yogyakarta, juga telah melakukan penelusuran. Mereka juga menggelar rapid test dengan peserta mencapai 1.400an orang. Diketahui ada keluarga karyawan dan pengunjung yang ikut tertular.

“Klaster ini, awalnya ada salah satu karyawan yakni kasus 79 yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Beberapa diantaranya tertular dari transmisi lokal yang meluas di masyarakat. Dari karyawan Indogrosir menular kepada anggota keluarga dan pengunjung. Beberapa kasus yang muncul pasien ini tanda ada gejala. Namun dari rapid test hasilnya reaktif dan diikuti dengan PCR hingga diketahui positif.

Anggota Tim Penanggulangan Covid-19 RSUP DR Sardjito, Andaru Dahesihdewi berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati terhadap resiko tertular Covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG). Protokol kesehatan harus dijalankan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman dan menghindari kontak dekat dengan individu yang rentan terkena virus Corona.

“Covid 19 ditularkan terutama melalui kontak erat dan percikan. Kalau lingkungan kotor banyak kontaminasi percikan akan berpindah ke antar orang, benda atau kita,” ujar Andaru yang juga Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUP DR Sardjito.

Penggunaan masker merupakan salah satu cara agar percikan dari mulut tidak menyebar kemana-mana. Virus ini rentan dan bisa berakibat fatal, yang daya tahan tubuhnya tidak kuat. Seperti lansia atau bayi, balita, dan orang yang memiliki peyakit penyerta.

“Kita semua harus hati-hati jika berdekatan di lingkungan individu yang rentan resiko,” ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi