Tak Ada Kompensasi, Petambak Udang Selatan Bandara YIA Berharap Direlokasi

Kuntadi ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 18:46 WIB
Tak Ada Kompensasi, Petambak Udang Selatan Bandara YIA Berharap Direlokasi
Penertiban tambak udang di kawasan selatan Bandara YIA Kulonprogo mendapat penjagaan ketat polisi. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Sejumlah petambak udang yang ada di selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Temon, Kulonprogo berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah dengan merelokasi ke tempat baru.

Para petambak di wilayah itu harus merelakan tempat usahanya diratakan tanpa ada kompensasi dari pemerintah.

Petambak udang, Marno mengaku memiliki enam tambak di pesisir selatan Kulonprogo yang berada di selatan Bandara YIA. Dua tambak di antaranya sudah panen dan ikut diratakan. Sedangkan empat tambak lainnya masih dalam masa pemeliharaan dan dalam sebulan ke depan sudah bisa dipanen.

“Kami berharap ada upaya relokasi. Kami minta ada lahan baru agar tetap bekerja,” kata Marno sambil menyaksikan tambak udangnya diratakan alat berat di pesisir Congot, Kulonprogo, Rabu (31/7/2019).

Menurut Marno, bisnis budi daya udang jenis vaname sangatlah menggiurkan. Satu kali masa panen, butuh waktu sekitar dua bulan lebih. Dalam sekali panen, dari setiap tambak udang bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp60 juta.

Untuk membuat tambak baru, minimal membutuhkan dana Rp10 juta. Dana itu untuk meratakan lahan dengan menyewa alat berat dan membeli plastik mulsa untuk alas. “Sebelum ada bandara, saya sudah usaha tambak udang,” ucapnya.  

Petambak lainnya, Rujito mengaku, sudah lima tahun mengelola tambak udang. Saat ini, ada beberapa kolam yang masih dikelola. Namun, beberapa tambak lainnya sudah diratakan. “Produksinya cukup bagus dan kami akan pindah ke Cilacap,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Sudarna mengatakan pemerintah akan menambah luasan lahan untuk budi daya udang di Desa Banaran, Kecamatan Galur. Saat ini, luasan lahan untuk budi daya hanya 35 hektare. Namun pemerintah memberikan izin perluasan hingga 116 hektare. “Ini bukan relokasi ya, tetapi kita siap membantu kalau mau pindah,” katanya.


Kepala Satpol PP Kulonprogo Sumiran mengatakan, penertiban tambak udang ini secara bertahap. Tahap pertama hanya menyasar sembilan tambak. Namun akan bertambah ketika masa penen sudah tiba. “Kita akan tertibkan sampai dengan akhir Oktober, semuanya harus bersih dan lahan akan ditanami untuk green belt,” ujar Sumiran.


Editor : Kastolani Marzuki