Teguhkan Nasionalisme dan Gotong Royong, Warga Dobangsan Wates Pasang Seribu Bendera

Kuntadi ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 15:35 WIB
Teguhkan Nasionalisme dan Gotong Royong, Warga Dobangsan Wates Pasang Seribu Bendera
Warga Dobangsan Giripeni, Wates, Kulonprogo memasang seribu bendera merah putih memperingati HUT Kemeerdekaan RI ke-75

KULONPROGO, iNews.id – Warga Pedukuhan Dobangsan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, DIY memasang 1.000 bendera dan 8.000 umbul-umbul untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Ini merupakan tahun kedua, Dobangsan dipenuhi Bendera Merah Putih.

Dukuh Dobangsan, Teguh Supriyono mengatakan, pemasangan bendera ini merupakan salah satu cara mengenang perjuangan pahlawan dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang kemudian disepakati para tokoh masyarakat untuk memasang seribu bendera mengelilingi Pedukuhan Dobangsan.

“Ini adalah cara kami menumbuhkembangkan nasionalisme, wujud cinta kepada NKRI,” kata Teguh, Senin (3/8/2020).

Pemasangan bendera ini, juga untuk menginisiasi warga dalam menjaga rasa nasionalisme. Gotong royong sebagai ciri khas Pancasila juga diwujudkan dalam proses pemasangan. Mulai dari mencari bambu, mengecat hingga melakukan pemasangan bendera.

“Nantinya akan ada ikon lumbung padi disana. Kita baru pasang rangkanya, nanti akan kita lengkapi,” katanya.

Untuk memasang bendera sebanyak ini, menghabiskan anggaran hingga mencapai Rp20 juta. Semuanya merupakan hasil swadaya masyarakat Dobangsan. Selain dari iuran warga dan kas RT, banyak warga di perantauan yang tergugah dan ikut memberikan dananya. Sedangkan bambu yang dipakai untuk tiang, berasal dari kebun warga.

“Semua bendera ini baru dan dipasang sebulan penuh sesuai arahan dari pemerintah,” katanya.

Tokoh Masyarakat Dobangsan, Agung Mabruri mengatakan, pemasangan bendera merupakan simbol mengingat dan mengenang perjuangan para pahlawan. Tanpa pamrih mereka berjasa dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa. Tidak sedikit yang meninggal dalam pertempuran.

“Pemasangan ini merupakan kerja nyata untuk meningkatkan rasa nasionalisme,” katanya.

Jiwa nasionalisme ini, akan terus digelorakan kepada generasi muda agar tidak mudah goyah dengan budaya asing. Mereka harus bisa menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan memberikan sumbangsih untuk negara.

“Ini juga untuk meneguhkan semangat gotong-royong antarmasyarakat,” katanya.

Banyaknya bendera yang terpasang, menjadi spot foto yang menarik. Meski baru dua hari dipasang, foto dan video yang diunggah di media sosial sudah mulai ramai.

“Viewnya bagus, cocok untuk diupload pas Agustusan,” kata Aprilia salah seorang pengunjung.


Editor : Kuntadi Kuntadi