Terima Gelar Doktor HC dari UNY, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Itu Spirit Bela-Beli Kulonprogo

Kuntadi ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 13:50 WIB
 Terima Gelar Doktor HC dari UNY, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Itu Spirit Bela-Beli Kulonprogo
Hasto wardoyo menerima penghargaan Doktor HC dari Universitas Negeri yogyakarta. (Foto : HUmas UNY)

KULONPROGO, iNews.id – Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mendapatkan anugerah Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam bidang bidang Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat Vokasional pada Sabtu (1/8/2020).

“Saya sempat kaget dan tidak menyangka akan mendapatkan anugerah ini,” kata Haso dalam syukuran di Joglo, Sadewa, wates, Minggu (2/8/2020).

Hasto mengatakan, penghargaan ini tidak lepas dari posisinya yang pernah menjadi Bupati Kulonprogo dua periode. Penghargaan ini lebih tepat untuk masyarakat dan Forkompinda. Dirinya hanya menginisiasi dan masyarakat yang melaksanakan program. Mulai dari Tomira, Batik gebleg renteng hingga teh dan kopi Kulonprogo yang mampu mensejahterakan masyarakat.

“Saya hanya menginisiasi dan memotori, semoga penghargaan ini semoga bisa memacu spirit warga Kulonprogo,” katanya.

Menurut dia, pendidikan dan keahlian sebagai dokter tidak linear dengan pendidikan vokasi. Namun kiprahnya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan Bela Beli Kulonprogo ataupun Tomira, dinilai memiliki subtansi dalam teknologi vokasional.

Penganugerahan ini telah dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2020) di Auditorium UNY. Sedangkan Promotor gelar Doktor Kehormatan Mohammad Bruri Triyono dengan co-promotor Marsigit.

Menurut Bruri, secara akademik dalam bidang vokasional baik formal maupun non-formal telah banyak ditunjukkan oleh Hasto Wardoyo. Meskipun latar belakang pendidikan beliau di bidang kesehatan, saat menjabat bupati mampu menggerakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Beliau mampu memberikan dorongan ideologis terutama dibidang vokasional, serta kemampuan dan sisi kebermanfaatan maupun teknologinya telah memunculkan kinerja diri yang sangat luar biasa,” katanya.

Penerapan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat Kulonprogo sangat kental dengan muatan pendidikan vokasional. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan merupakan masalah penting bagi pimpinan daerah. Penerapan sains, teknologi, seni, budaya, dan rekayasa yang tepat menjadi penentu keberhasilan pimpinan daerah dalam membangun masyarakat yang dipimpinnya.

“Promovendus dalam membangun masyarakat Kulon Progo sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 serta memperhatikan secara seksama adanya transformasi digital yang berlangsung di masyarakat,” katanya.

Beberapa catatan prestasi, mulai kebijakan membeli beras dari petani, menginisiasi PDAM Kulonprogo memproduksi air minum kemasan, hingga kopi dan teh Kulonprogo. Batik Geblek Renteng telah membangkitkan geliat pengusaha batik dengan pangsa pasar siswa sekolah, PNS dan perangkat desa. Selain itu dengan program kemitraan toko modern menjadi tomira (Toko milik rakyat).


Editor : Kuntadi Kuntadi