Terkuak, Ini Alasan Sejoli Buang Bayi di Pinggir Jalan

Sindonews, Priyo Setyawan ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 12:23 WIB
Terkuak, Ini Alasan Sejoli Buang Bayi di Pinggir Jalan
Sepasang kekasih pembuang bayi mereka saat diamankan petugas Polres Sleman. (Foto: Sindonews/Priyo Setyawan)

SLEMAN, iNews.id - Polisi mengungkap motif pembuangan bayi oleh sejoli, A (2) dan perempuan M (20) di pinggir jalan Prambanan-Piyungan, Dusun Gunungharjo, Bokoharjom, Prambanan, Sleman, Minggu (14/6/2020). Dari hasil pemeriksaan, sepasang kekasih itu membuang bayinya karena takut ketahuan orang tua.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah mengatakan A dan M membuang bayi tersebut berawal saat keduanya akan membawa anak itu ke tempat saudaranya di Bantul. Namun di tengah perjalanan mereka takut nantinya orang tuanya tahu. Kemudian berdiskusi, akhirnya diputuskan untuk membuang bayi di lokasi penemuan.

“Yang mempunyai ide pembuangan bayi A. Sedangkan M tidak berniat untuk membuang bayinya, namun setelah terjadi perselisihan dan berdiskusi, akhirnya M menuruti keinginan A,” kata Deni saat ungkap kasus perkembangan kasus pembuangan bayi, Kamis (2/7/2020).

Deni menjelaskan setelah kasus ini terungkap untuk legalitas bayi tersebut, orang tua A dan M segera akan menikahkan mereka A dan M sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah.

“Untuk bayi yang dibuangnya telah diserahkan Dinas Sosial (Dinsos) Sleman ke keluarga mereka,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam keadaan hidup di pinggir jalan Prambanan-Piyungan, Dusun Gunungharjo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (14/6/2020) pukul 06. 15 WIB.

Bayi perempuan itu ditemukan oleh Muhammad Alwan, 17 dan Muhammad Faris, 17 yang sedang berolahraga pagi. Saat melintas di tempat tersebut melihat bayi tergeletak di atas perlak, lengkap dengan bantal dan selimut serta gelang identitas di pergelangan tangan. Temuan itu, kemudian diberitahukan kepada warga sekitar dan dilanjutkan ke Polsek Prambanan.


Editor : Nani Suherni