Thermo Gun Bahaya bagi Otak? Guru Besar UGM: Tidak Ada Laporan

Kuntadi ยท Senin, 27 Juli 2020 - 13:49 WIB
Thermo Gun Bahaya bagi Otak? Guru Besar UGM: Tidak Ada Laporan
Ilustrasi (Foto: Antara/Zabur Karuru)

YOGYAKARTA, iNews.id - Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof Samekto Wibowo memastikan penggunaan thermo gun aman. Dia menegaskan, alat ini tidak berbahaya bagi otak jika sering digunakan.

"Thermo gun sudah lama digunakan di bidang medis dan sejauh ini tidak ada komplain. Tidak ada laporan adanya gangguan pada otak atau bagian tubuh lain," kata Samekto dikutip dari website resmi UGM, Senin (27/7/2020).

Samekto menjelaskan thermo gun yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia dengan inframerah. Thermo gun tidak memakai laser seperti yang viral diperbincangkan dalam beberapa hari belakangan.

Semua alat medis disebutkan Samekto telah lolos uji klinis yang berarti aman untuk digunakan. Demikian halnya dengan thermo gun sebelum digunakan pada manusia, sebelumnya telah melalui uji klinis untuk memastikan keamanannya.

"Semua alat medis atau obat yg boleh digunakan pada manusia, harus sudah lolos uji klinis," ucapnya.

Sementara itu, Guru Besar Teknik Fisika UGM, Prof Sunarno menjelaskan, thermo gun berfungsi mengukur suhu manusia. Cara kerjanya dengan menerima pancaran inframerah (far infrared) dari tubuh. Energi yang ditangkap oleh sensor diubah menjadi energi listrik yang selanjutnya ditampilkan dalam bentuk angka digital dalam derajat celcius.

"Jadi, thermo gun tidak memancarkan inframerah, tetapi malah menerima radiasi inframerah dari tubuh manusia," ucapnya.

Radiasi inframerah ini tidak dapat dilihat mata manusia. Namun, bisa dirasakan sebagai panas seperti suhu tubuh. Menanggapi kabar viral yang menyebutkan thermo gun berbahaya bagi otak saat laser ditembakkan ke arah dahi berkali-kali , Sunarno menyatakan hal tersebut tidak benar. Laser pada thermo gun tidak membahayakan otak. Pasalnya, laser yang digunakan berenergi rendah.

"Tidak cukup energi untuk merusak otak karena berada pada frekuensi non pengion. Namun, upayakan jangan sampai kena mata," ucap dosen Teknik Fisika UGM ini.

Fungsi laser pada thermo gun hanya membantu dalam menentukan titik pusat pengukuran pada objek, tidak berkaitan dengan fungsi pengukuran suhu.

"Laser sebagai pointer, kerjanya sama seperti pada presentasi untuk ketepatan pada objek. Kalau untuk mengukur suhu manusia kan dilakukan pada jarak dekat sehingga tidak perlu pakai laser, dinonaktifkan saja," ucapnya.

Berbeda pada industri, penggunaan laser sangat diperlukan untuk membantu ketepatan arah pada objek yang posisinya jauh. Misalnya pada logam panas, kabel yang mengalami korsleting dan lainnya.


Editor : Nani Suherni